Kali Keempat, KPU Kembali Tegur Caleg

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Temanggung kembali mengajukan surat teguran kepada partai politik (Parpol) dan calon anggota legislatif (Caleg). Teguran tersebut merupakan teguran kali keempat yang dilayangkan KPU setelah tidak mendapatkan tanggapan positif. Surat teguran tersebut dilayangkan Jumat (17/1) kemarin.
”Kami sudah empat kali mendapatkan rekomendasi dari Panwaslu. Intinya banyak pelanggaran penempatan alat peraga kampanye. Terakhir dari Panwaslu dua hari yang lalu. Hari ini (kemarin, Red) kami melayangkan surat teguran terakhir kepada parpol dan caleg untuk membersihkannya,” kata Komisioner KPU Temanggung, Yami Blumut.
Ia mengatakan, dari rekomendasi yang diberikan oleh Panwaslu, selain dilayangkan kepada parpol dan caleg, juga diberikan rekomendasi serupa kepada Satpol PP Kabupaten Temanggung untuk melakukan penertiban. Apabila teguran keempat kembali tidak ditanggapi.
”Kami memberikan deadline kepada parpol dan caleg untuk membenahi sampai tanggal 22 Januari 2014. Kalau sampai pada tanggal tersebut tidak ada tanggapan, kami memberikan wewenang kepada Satpol PP untuk membredel,” katanya.
Ia mengatakan, dari rekomendasi tersebut pihaknya juga melakukan tinjauan lapangan ke enam kecamatan di Kabupaten Temanggung. Hasilnya, ditemukan beberapa jenis pelanggaran yang dilakukan oleh caleg dalam media kampanyenya. ”Pelanggaran tersebut berupa pelanggaran administratif,” terangnya.
Ia mengatakan, jenis pelanggaran yang ditemukan adalah alat peraga yang digunakan caleg tidak sesuai peraturan, yakni menggunakan bahan banner bukan kain sebagaimana yang ada pada PKPU. Selain itu, pelanggaran perda juga terlihat dengan adanya pemasangan alat peraga di pohon perindang jalan dan berada di depan kantor desa atau kelurahan.
”Kami sudah memberikan batasan waktu kepada parpol maupun caleg untuk menertibkan sendiri dan membenahi yang tidak sesuai. Tetapi kalau mereka tidak mengikuti peraturan yang ada, kami harus menertibkan melalui Satpol PP,” tandasnya. (zah/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -