Pembunuh Sulaidi Divonis 4 Tahun

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KRAPYAK — Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada terdakwa Agus Triyadi, 31. Yakni, atas kasus penganiayaan terhadap narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Sulaidi, pada 29 Agustus 2013 lalu.
Hukuman itu lantaran, ”Terdakwa terbukti melanggar Pasal 353 ayat 3 KUHP yakni penganiayaan yang mengakibatkan korban (Sulaidi, Red) meninggal dunia,” kata Ketua Majelis Hakim, Avia Uchriana, Senin (20/1) kemarin.
Vonis tersebut lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebab jaksa dengan pasal yang sama, sebelumnya menuntut agar Agus dijatuhi pidana enam tahun penjara.
Avia memaparkan hal yang memberatkan, Agus adalah seorang napi yang menjalani pemidanaan kasus pembunuhan. ”Sedangkan hal meringankan, terdakwa Agus menyesali perbuatannya,” tuturnya.
Agus pernah melakukan pembunuhan terhadap bos Toserba Siranda, Dullah Sarengat, 68. Agus saat itu menjadi mantan karyawannya di toko milik korban Dullah. Atas kejahatannya itu, Agus dijatuhi vonis 14 tahun penjara. Jadi total pemidanaan yang harus ia jalani adalah 18 tahun penjara.
Sedangkan pembunuhan Sulaidi, napi kasus trafficking, dilakukan Agus dengan batu yang digunakan untuk memasak. Batu tersebut dihantamkan ke kepala korban dua kali. Korban sekarat hingga meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit dan dirawat selama tiga hari.
”Terdakwa mengambil batu dan menyembunyikannya dengan memasukkan ke dalam celananya. Baru ketika berpapasan, terdakwa memukulnya hingga tak sadarkan diri,” jelas Avia.
Penganiayaan dilakukan Agus, lantaran korban memiliki utang pada terdakwa Rp 600 ribu. Namun karena janji melunasi tidak kunjung dipenuhi membuat terdakwa jengkel. Naik pitam, dia lantas memukul dengan paving blok.
Atas vonis tersebut, Agus tanpa didampingi penasihat hukum menyatakan menerima putusan. Begitu pula Jaksa Farida dari Kejari Semarang juga menerima. (bud/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -