Sales Rokok Divonis Setahun

617

KRAPYAK — David Ariawan, terdakwa kasus penggelapan uang milik PT Mustika Nusantara dijatuhi vonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 374 KUHP tentang penggelapan.
I Gede Komang Adinatha, sebagai hakim yang memimpin persidangan menyatakan bahwa berdasarkan barang bukti dan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan, David terbukti menggelapkan dana PT Mustika Nusantara sebesar Rp 61,750 juta.
”Setelah majelis hakim melakukan musyawarah, akhirnya diputuskan bahwa terdakwa bersalah. Kami majelis hakim menjatuhi pidana satu tahun penjara dikurangi masa terdakwa menjalani masa tahanan,” tutur Adinatha.
Vonis tersebut lebih ringan, dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang sebesar 18 bulan. Vonis majelis telah melalui beberapa pertimbangan. ”Hal memberatkan perbuatan terdakwa telah merugikan orang lain. Sedangkan hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum,” tandasnya.
Adinatha menjelaskan bahwa terdakwa David adalah karyawan di PT Mustika Nusantara sebagai sales rokok merek Apache. Bahwa David selama bekerja telah menggelapkan barang-barang tempat dia bekerja untuk dijual kepada orang lain.
Hal itu dilakukan terdakwa dengan cara membuat nota fiktif pesanan barang dari sejumlah toko dan konsumen. Sehingga seolah-olah ada pesanan barang dari toko maupun konsumen melalui David. ”Padahal senyatanya pesanan barang tersebut tidak ada,” tandas Adinatha didampingi hakim anggota Boedi Soesanto dan Avia Uchriana.
Barang-barang yang ia pesan melalui nota fiktif tersebut ia serahkan kepada supervisor untuk dijual kembali kepada konsumen. Namun hasil uang penjualan tidak masuk ke perusahaan melainkan dinikmati oleh terdakwa sendiri. ”Akibatnya perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 61,750 juta,” tambahnya.
Menanggapi putusan tersebut, David langsung menyatakan sikap menerima putusan. ”Ya saya merasa bersalah dan saya terima putusan dari majelis hakim,” ujar David. Hal senada juga dikatakan Jaksa Farida dari Kejari Semarang yang juga menyatakan menerima putusan. (bud/ida/ce1)