Simpan 17 Motor, Dua Penadah Dibekuk

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI — Dua penadah hasil pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil dibekuk Unit Resmob Polrestabes Semarang. Adalah M. Khoirun, 29, warga Sukolilo, Pati serta Mustakhim, 21, warga Kampung Papasan RT 3 RW 3, Sukolilo, Kabupaten Pati.
Kedua tersangka ditangkap di rumah masing-masing, Senin (20/1) dini hari. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa 17 sepeda motor hasil curian yang disembunyikan di rumah masing-masing. Sebagian sudah dalam kondisi pretelan dan sulit dikenali.
Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan bahwa dua tersangka dibekuk berkat pengembangan dari tersangka utama yang sudah berhasil dibekuk yakni Aziz alias Landak pada Desember 2013 lalu. Kedua tersangka merupakan penadah yang sudah menjadi target operasi. ”Keduanya sudah lama menjadi penadah di daerah Pati,” katanya.
Motor hasil curanmor itu, imbuh Djihartono, dijual meluas di daerah Pati dengan harga murah. Untuk mengelabuhi petugas, tersangka mempreteli sepeda motor itu. Biasanya barang, digunakan untuk transportasi petani di Pati. ”Motor itu diambil dari Semarang. Saat ini, kami masih mengembangkan tersangka lain yang juga penadah,” tambahnya.
Tersangka Khoirun, mengaku motor yang disimpan merupakan milik kakaknya yang bernama Kusnadi dan tetangganya Ali Anwar. Ia hanya berperan sebagai peluncur yang mengantarkan motor dari rumah kepada calon pembeli di sejumlah daerah Pati. ”Saya hanya bertugas mengantarkan barang saja. Baru enam kali,” akunya.
Guru Penjaskes di SMP ini menambahkan, motor hasil curanmor itu dijual bervariasi antara Rp 1,2 sampai Rp 2,2 juta. Motor biasanya sudah ada yang mengirim dari Semarang ke rumah. Begitu dapat, baru dikirim ke sejumlah pembeli yang menanti. ”Baru enam bulan ikut menjual. Soalnya gaji mengajar hanya Rp 75 ribu per bulan,” tambahnya.
Untuk sekali antar, ia mengaku mendapatkan uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Impitan ekonomi dan penghasilan yang minim membuat sarjana pendidikan ini banting setir menjadi peluncur motor hasil curanmor. ”Untuk biaya hidup dan beli susu anak,” tambahnya. (fth/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -