Diaktifkan Nonstop, Pompa Rusak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BONGSARI — Mesin pompa yang dioperasikan sejak banjir melanda sejumlah kawasan Kota Semarang, tak mampu menghilangkan genangan. Bahkan beberapa di antaranya mengalami kerusakan lantaran diaktifkan nonstop sejak Jumat (17/1) lalu. Mesin-mesin pompa yang rusak paling banyak di wilayah Semarang Utara.
”Rata-rata karena slang jebol dan laker rusak karena diaktifkan terus-menerus. Apalagi kalau sampah nyangkut, komponennnya bisa terbakar,” kata Kasie Pompa Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kota Semarang, Widjanarko, Selasa (21/1).
Dia membeber, selama banjir, 106 mesin pompa yang ada di Kota Semarang diaktifkan. Beberapa pompa mengalami kerusakan. Selain beroperasi nonstop, kerusakan juga diakibatkan oleh sampah. Pompa yang sempat rusak antara lain di Kali Berok, Kolonel Sugiono, Boom Lama, Progo, Kalibaru, dan Pasar Waru. Hingga kini belum ada pompa yang rusak lagi. ”Kalau kondisinya rata-rata masih bagus, umurnya di bawah 10 tahun. Yang tertua di Kartini sejak 1981, tapi masih bagus,” ujarnya.
Dia menambahkan, tahun ini, anggaran pengadaan solar mencapai Rp 8 miliar. Jumlah itu biasanya mencukupi kebutuhan operasional dalam setahun. Menurutnya, sistem pompa sangat membantu mengentaskan banjir. Mempercepat surut genangan. ”Kalau tidak ada pompa surutnya akan lama,” ujarnya.
Banjir di kawasan Semarang Utara mulai menyusut. Dari 3.623 rumah yang terendam air, kini sudah berkurang menjadi 1.000-an rumah. ”Sekarang sudah banyak yang surut. Tapi kalau hujan lagi bakal lama surutnya. Pompa harus dioptimalkan,” ujar Camat Semarang Utara Djaka Sukawijana.
Ia mengatakan, saat ini daerah yang paling parah terkena genangan adalah RT 06 Bandarharjo. Sekitar 100 warga di sana harus mengungsi tidur beberapa hari lalu karena tingginya genangan. ”Kalau malam aja pas hujan, kalau pagi di sana jadi dapur umum,” tandasnya. Saat ini rata-rata genangan di Semarang Utara antara 10 sentimeter hingga 15 sentimeter. Ia berharap tidak ada hujan deras lagi. (zal/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -