Dirjen Pajak Dirikan Tax Center di Udinus

336

PINDRIKAN LOR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I, Selasa (21/1) meresmikan Tax Center di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak, terutama kepada generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I Edi Slamet Iriyanto mengatakan, Tax Center tersebut bertujuan memberikan informasi perpajakan civitas akademika mulai mahasiswa, dosen, dan juga karyawan di kampus setempat pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
”Dengan adanya Tax Center ini diharapkan dapat terwujud kesadaran dan kepedulian masyarakat secara mandiri dalam memahami arti penting pajak dalam penyelenggaraan negara serta dalam memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak,” bebernya.
Edi menambahkan, kampus merupakan tempat berkumpulnya masyarakat akademis, netral dan normatif. Kebijakan pajak perlu mendapatkan masukan dari akademisi agar bisa memasyarakat. Oleh karena itu, ia akan terus melakukan pendampingan dalam penyampaian informasi seluas-luasnya. ”Sebab, mereka nantinya adalah calon pengusaha, calon pemimpin, sekaligus calon wajib pajak,” imbuhnya.
Sebelumnya DJP juga telah mendirikan Tax Center di sejumlah perguruan tinggi di lingkungan kerja Kanwil DJP Jawa Tengah I. Selain Udinus, tercatat ada Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, dan beberapa perguruan tinggi lainnya. ”Adapun bentuk-bentuk kegiatannya meliputi kuliah umum, seminar, sosialisasi, debat perpajakan, pojok pajak, survei serta berbagai lomba perpajakan pada tingkat perguruan tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Udinus Edi Noer Sasongko mengungkapkan program tersebut sesuai dengan misi Udinus dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Menurutnya dengan adanya Tax Center, kalangan civitas akademika akan mengenal pajak dengan baik. Sehingga mereka tidak akan trauma dan menjadi pembayar pajak yang baik. ”Ke depannya akan menjadi laboratorium pajak. Bagaimana cara menghitung menjadi ilmu tersendiri. Dan itu yang sangat kami butuhkan,” katanya. (fai/ton/ce1)