Keluarga Korban Minta Dihukum Berat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Keluarga korban tindak pemerkosaan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Nur Rokhim, 40, guru mengaji di Pondok Pesantren Al Bayoran, Kampung Sidorejo Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Tuntutan tersebut disampaikan usai mengikuti persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Temanggung, pagi kemarin.
Sidang dengan agenda keterangan saksi korban ini di pimpin oleh ketua majelis hakim Wahyu Widodo dengan jaksa penuntut umum (JPU) Hermin Widyaningsih dan penasehat hukum Dwi Priyanto. “Terdakwa telah mengakui semua perbuatannya sesuai dengan keterangan dari semua saksi,”kata penasehat hukum terdakwa, Dwi Priyanto.
Ia mengatakan, dari keterangan dua saksi korban hari ini yakni FT dan UL, terdakwa telah mengakui perbuatannya, korban dalam kesaksiannya telah diperlakukan tidak senonoh oleh terdakwa.
“Dalam keterangannya FT mengaku dipeluk di depan pintu lalu disuruh keluar dan UL sudah dipijit-pijit dan kemudian disuruh tidur namun UL menolak dan langsung pergi,” katanya.
Ia menambahkan, sidang yang akan menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa akan dilakukan Selasa depan. “Sidang dengan agenda meringankan terdakwa ditunda Selasa minggu depan,” tambahnya.
Sementara itu, Istamar, 40, warga Kendal yang merupakan paman dari salah satu korban mengatakan, terdakwa harus di hukum sesuai dengan perbuatannya, karena terdakwa telah melakukan tindakan terpuji terhadap anak di bawah umur. “Kami ingin proses hukum ini tetap berjalan, sehingga terdakwa bisa merasakan akibat perbuatannya yang telah menodai anak-anak di bawah umur,” pintanya.
Permintaan serupa juga dilontarkan oleh Subhan, 42, warga Kendal yang setiap kali sidang selalu mendampingi anaknya. Ia meminta kiai ini bisa dihukum dengan ancaman hukuman berlapis, karena selain telah tega menodai anak-anak di bawah umur juga telah menyetubuhi murid lainnya yang sudah berusia 17 tahun. “Biarkan proses hukum yang menentukan. Tapi kami berharap pak kiai ini tetap di hukum seberat-beratnya, karena sudah merusak masa depan anak saya dan korban lainnya,”harapnya. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -