Pembunuh Selingkuhan Istri Menangis

323

SALATIGA—Penyesalan selalu datang belakangan. Aksi sadis Sutopo, 50, warga Ringinawe, Ledok, Argomulyo yang membunuh Aang Warsito– serta melukai pasangannya Sri Hartatik—kemarin dibayar dengan tangisan.
Di hadapan polisi dan wartawan, Sutopo mengaku tidak sekejam itu. Ia pun menangis sejadi-jadinya, memikirkan anaknya yang masih kecil.
“Saya tidak sekejam itu, dan tidak bermaksud membunuh. Saya hanya ingin melukai untuk memberinya pelajaran, tapi saya kalap saat melihat mereka bermesraan di kamar kos,” ujar Sutopo sambil menangis dihadapan Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri, kemarin.
Sutopo menjelaskan, awalnya ia hendak melukai Sri. Namun, dihalang – halangi oleh Aang. Akhirnya ia menusuk perut Aang sebanyak dua kali. Setelah itu menusuk Sri, tiga kali. “Saya sangat emosi, setelah diberitahu rekan sopir angkot,” ucap pria yang bekerja sebagai buruh itu.
Sutopo menjelaskan, ia dan Sri telah berpacaran selama delapan tahun dan tinggal bersama. Mereka tidak ada ikatan pernikahan. Namun, telah dikaruniai seorang anak yang kini berusia 7 tahun. “Selama ini tidak ada masalah.”
Belakangan, ia merasa ada keanehan dalam diri ‘istrinya’. Meski mengaku bekerja, namun saat dicek di kantor, ternyata tidak ada. Hingga akhirnya, ia mendapatkan laporan dan diberitahu kos yang digunakan untuk Aang. “Saat itu saya membawa pisau yang digunakan untuk mengupas buah. Sesampai di kos, langsung emosi karena melihat mereka bermesraan,” ujar dia.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, Sutopo, 50, tersangka pelaku pembunuhan dijerat pasal berlapis. Yaitu, pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP dan lebih subsider pasal 351 ayat 3 KUHP. (sas/isk)