Transisi PPLP Mendesak Diselesaikan

329

SEMARANG – Upaya mengumpulkan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di satu lokasi yaitu kawasan Gelora Jatidiri Semarang yang dirintis oleh Dinpora Jateng dianggap sebagian pihak terlalu tergesa-gesa. Pasalnya, meskipun di area tersebut sudah dilengkapi venue penunjang, namun di sisi lain kondisi mess atlet dan proses perpindahan sekolah dari tempat asal atlet ke Semarang, masih belum teratasi.
“Kami sebenarnya mengapresiasi langkah Dinpora untuk menjadikan kawasan Jatidiri sebagai pusat pembinaan olahraga di Jateng, dengan dikumpulkannya PPLP di sana. Namun mestinya juga dibarengi dengan kesiapan secara menyeluruh, misalnya kepentingan sekolah, penginapan yang ideal untuk atlet, tersedianya sarana air bersih dan venue yang representatif. Tapi sejak digulirkan pada 4 Januari lalu, anak-anak mulai gelisah dengan sekolahnya, ini belum soal kondisi asrama,” kata pelatih tenis meja Jateng Dustamat Jayawiguna.
Dia berharap, kendala-kendala tersebut segera dituntaskan. Dustamat menilai, PPLP berisi atlet pilihan, aset berharga bagi Jateng. Jadi sangat wajar butuh perhatian khusus. Kepentingan sekolah tidak melulu soal perpindahan, tapi juga hatrus dipikirkan bagaimana transportasinya dan pengawasannya.
Pelatih sepaktakraw PPLP, Setyobudi mengakui, bahwa masalah sekolah masih menjadi kendala. Saat ini ada delapan atlet putra yang belum mendapatkan sekolah. “Ada 12 atlet putra dan 12 atlet putri yang di-PPLP-kan. Semua atlet putri masih berlatih di Salatiga, dan empat atlet putra memang harus tetap di Salatiga, karena kelas III dan menghadapi ujian tahun ini. Kami berharap, persoalan sekolah segera diurus,” katanya.
Di bagian lain, Winarno Subowo, koordinator tim bola voli putri, mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah yang dialami anak buahnya. Seluruh atlet putri yang berjumlah 12 orang itu telah menyelesaikan proses kepindahan sekolah dan tidak mengalami masalah soal fasilitas di mess.
Sedangkan Kepala Dinpora Budi Santoso mengakui, dalam masa transisi kepindahan atlet dari daerah ke pemusatan program PPLP, ada administrasi yang masih diselesaikan Kota Semarang terkait perpindahan sekolah. Proses tersebut hingga kini masih dilakukan dan tidak lama lagi akan selesai.
Pihaknya juga mengatakan, sebanyak 253 atlet diikutkan dalam program ini. Mereka berasal dari 19 cabang olahraga. 17 cabang dipusatkan di Jatidiri, sedangkan dua cabang lainnya yaitu bersepda dan bulu tangkis di Solo. “Sedangkan untuk mess, sambil jalan akan kami selesaikan supaya lebih baik lagi. Jatidiri selama ini mangkrak, kondisi sekarang sudah lebih baik,” kata Budi Santoso. (bas/smu)