Harus Puas Satu Perunggu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Atlet anggar Jateng memberikan kontribusi satu medali perunggu pada kontingen Indonesia pada Kejuaraan Anggar ‘East Asia Fencing Federation Championship’ yang digelar 17 Januari hingga 30 Januari di Putrajaya, Malaysia.
Medali perunggu yang menjadi satu-satunya medali untuk timnas Merah Putih itu diberikan oleh Iqbal Tawakal, Dimas Akbar Pamungkas dan Ryan Pratama yang turun di nomor degen beregu putra.
“Sebenarnya kami berharap anak-anak bisa menyumbangkan dua emas. Sayang, rivalitas yang sangat keras, membuat atlet kami dan atlet Indonesia lainnya berguguran di babak penyisihan. Kami hanya bisa meraih perunggu setelah di semi final kalah dari Vietnam,” kata Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jateng, Kukuh Birowo.
Diakui Kukuh, even tersebut ternyata bersifat terbuka. Dengan demikian berbagai negara, tidak hanya Asia Tenggara dan Asia Timur, hampir negara di benua Asia ikut tampil. “Tidak hanya Cina, Jepang, atlet Pakistan dan India pun ada,” kata Kukuh.
Tapi paling tidak, misi timnya untuk mencari gambaran pelatih asing dari even tersebut sudah membuahkan hasil. Pihaknya sudah melobi dua pelatih asing berkewarganegaraan Rusia dan Thailand. Pelatih Rusia kini masih menangani tim Singapura. “Jika menggunakan kedua pelatih tersebut, kami harus menyiapkan dana untuk menggaji per orangnya 2.000-3.000 dolar Singapura/bulan dan menyiapkan mes yang layak buat mereka,” lanjut Kukuh.
Jika nantinya ada kesepakatan, kata Kukuh, pihakya akan memakai jasa mereka mulai Juni 2014. Dia menilai, keberadaan pelatih asing adalah jawaban untuk meningkatkan daya saing atlet-atlet Jateng di kancah nasional dan internasional. Dikatakan Kukuh, jika nantinya pelatih asing tak mampu mengangkat prestasi atletnya, bisa diberhentikan. “Yang jelas, kami belajar banyak dari hasil PON lalu. Kami introspeksi untuk lebih menyusun program yang tepat sasaran. Kami ingin anak-anak sangat siap di PON 2016 kelak. Adanya pelatih asing menurut kami adalah solusi meningkatkan prestasi anggar Jateng,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng itu. (bas/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -