Jalan Pantura Penuh Lubang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK-Jalan ruas Kecamatan Bonang-Demak Kota, tepatnya di wilayah Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang kondisinya rusak parah. Sebagian di antaranya terendam banjir sehingga mengganggu arus lalulintas kendaraan yang lewat jalur utama tersebut.
Ada sekitar 1 kilometer lebih jalan yang rusak. Permukaan penuh lubang menganga. Perbaikan tambal sulam yang dilakukan Pemkab Demak kembali hancur setelah hujan deras mengguyur Kota Wali dalam enam hari terakhir ini.
Ahmad, warga RT 5 RW 2, Desa Bonangrejo menuturkan bahwa semula jalan sudah ditambal sulam. Namun, hujan yang terus turun turut mempercepat kerusakan jalan. “Sempat ditambal sulam dua kali. Tapi, karena kena hujan akhirnya rusak lagi,” katanya.
Menurutnya, kini kendaraan tidak bisa leluasa berjalan. “Kami berharap, pemerintah segera menuntaskan betonisasi di ruas Jalan Bonang-Demak ini,” pintanya.
Selain jalan antar kecamatan, jalan ruas Pantura Demak yang kondisinya masih berupa aspal juga rusak berat. Kendaraan tidak bisa melaju kencang karena bisa terperosok lubang jalan. “Jalan pantura ini sudah sangat membahayakan pengendara,” tutur Saefullah, pengendara motor.
Sementara itu, sejumlah titik jalan di wilayah Pemkab Kendal mengalami nasib serupa, rusak parah kerana diguyur hujan. Di antaranya, jalan yang menghubungkan Kecamatan Kendal dan Kecamatan Ngampel yang semula rusak karena dilalui truk galian C, kini diperparah tingginya curah hujan. Lubang jalan semakin besar dan dalam, dengan diameter lebih dari 1 meter berkedalaman 5 hingga 10 sentimeter.
Berdasarkan penelusuran Radar Semarang, kerusakan juga terjadi 3 kelurahan di Kecamatan Kendal yakni Kelurahan Kebondalem, Trompo dan Sukodono. Sementara di Kecamatan Ngampel, sedikitnya ada 3 desa yakni Desa Rejosari, Ngampel Kulon, dan Dampelrejo. Pemandangan yang sama pun terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Kecamatan Patebon.
Suyono, 47, warga Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon mengeluhkan Pemkab Kendal yang tidak merespon keluhan warga secara cepat dengan memperbaiki kerusakan jalan. “Akses jalan yang rusak, sangat menggangu aktivitas warga. Saya harap segera diperbaiki semua jalan rusak yang ada, agar bisa memberikan kenyamanan bagi warga,” katanya. (hib/den/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -