Kepala Disdik Dituntut 4 Tahun

307

MANYARAN — Kepala Dinas Pendidikan (nonaktif) Purbalingga, Ishak, dituntut pidana penjara empat tahun oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Semarang. Ishak didakwa mengorupsi Dana Alokasi Pendidikan (DAK) Dinas Pendidikan setempat pada 2012 silam.
Selain pidana badan, JPU dari Kejari Purbalingga juga menuntut pidana denda Rp 75 juta atau setara empat bulan kurungan. ”Menuntut pula kepada terdakwa agar majelis hakim menjatuhi pidana uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 25 juta subsider dua tahun penjara,” kata JPU Lukman Hakim saat membacakan tuntutannya.
Selain Ishak, ada tiga pejabat Disdik lain yang turut dituntut pidana. Semua terdakwa, dituntut pidana tiga tahun penjara. Tiga terdakwa itu: Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Purbalingga, Sahlan; Kepala UPT Kecamatan Bukateja, Mugi Rahardjo; dan Kepala UPT Kecamatan Bobotsari, Suprapto.
Lukman menyatakan, Ishak dan tiga terdakwa lain dianggap melanggar dakwaan subsider. Yakni, pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Dalam perkara ini, dana DAK Purbalingga diduga terjadi penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara Rp 1,5 miliar. Modusnya, dilakukan dengan permintaan dana operasional sebesar 5 persen dari dana DAK yang cair 2012. Total DAK di Purbalingga mencapai angka Rp 31,78 miliar. Jadi, 5 persen dari dana itu adalah Rp 1,5 miliar.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ishak dan tiga terdakwa lain akan menanggapinya dengan pembelaan dalam sidang Rabu pekan depan. ”Kami akan ajukan pembelaan,” kata Ishak. (bud/isk/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.