Pemenang Diminta Bergerak Cepat

328

Proyek Pasar Legi Parakan
TEMANGGUNG—Lelang Pasar Legi Parakan akhirnya dimenangkan oleh PT Hutama Karya (Persero). Perusahaan yang tercatat sebagai BUMN tersebut berhasil memenangkan lelang kendati nilai tawar yang diajukan lebih tinggi dibanding para pesaing yang lainnya. Menyikapi pemenangan tersebut, DPRD setempat mendesak agar pemenang segera merampungkan proses pembangunannya.
Data yang dilansir Pemkab Temanggung melalui Layangan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menunjukkan, PT Hutama Karya memenangkan lelang dengan nilai tawar Rp 83,5 miliar dari pagu anggaran Rp 99,3 miliar dan HPS Rp 93,4 miliar. “Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sudah diumumkan pemenang dan pada tanggal 23 Januari akan dilakukan sosialisasi ke para pedagang,” kata Bupati Temanggung, Bambang Sukarno.
Nilai tawar terendah pada proyek ini diajukan oleh PT Relis Sapindo Utama Jakarta, namun pada penelitian berkas yang diajukan, perusahaan ini tidak menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Saat ini menurut penilaian LPSE PT Relis sedang mengerjakan pekerjaan konstruksi dan tidak memiliki pengalaman mengerjakan proyek senilai Rp 90,1 miliar. Perusahaan ini juga tidak dapat menunjukkan bukti BA PHO/serah terima pekerjaan untuk pekerjaan pengendalian banjir sistem LOA janan dan rapak dalam.
Meski telah ditentukan pemenang, LPSE masih memberikan jeda untuk masa sanggah selama 7 hari setelah pengumuman. Masa sanggah berakhir pada 28 Januari dan apabila tidak terdapat sanggahan dari para peserta lelang, maka dilanjutkan pada tahapan penandatanganan kerja sama (PKS).
Setelah ditentukan pemenang, kata Bambang, pada Kamis (23/1) rencananya Pemkab Temanggung akan mengadakan sosialisasi kepada para pedagang Pasar Legi Parakan. Sosialisasi diperlukan agar masyarakat, khususnya para pedagang mengetahui perkembangan upaya pembangunan sentra perekonomian terbesar kedua di Temanggung ini.
“Sebelumnya kami sudah mengunjungi para pedagang untuk menyosialisasikan. Kami juga jelaskan kepada mereka tentang tahapan-tahapan pembangunan pasar. Termasuk menjelaskan bahwa pasar ini ada eskalatornya, lebih mewah dari pasar yang sudah ada,” terangnya.
Anggota Komisi C DPRD Temanggung, Mattoha menambahkan, setelah ditentukan pemenang, DPRD Temanggung mendesak agar PT Hutama Karya mementingkan tiga hal. Pertama, pihaknya berharap proses pengerjaan dapat dilakukan cepat sehingga sesuai jadwal yang ditentukan. “Selama 16 bulan terhitung dari setelah penandatanganan perjanjian kerja sama,” katanya.
Kedua, dari sisi konstruksi, harus menggunakan bahan-bahan yang sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Manajemen Konstruksi. Penggunaan bahan yang nilainya di bawah standar akan merugikan pemkab dan pedagang. Terakhir, PT Hutama Karya diminta untuk tidak melakukan sub-sub proyek terlalu banyak karena berpotensi pengerjaan tidak dapat dikontrol dengan utuh. (zah/lis)