Polres Siagakan Pasukan Tanggap Bencana

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN–Polres Semarang menyiagakan pasukan tanggap bencana alam lengkap dengan perlengkapan search and rescue (SAR). Mereka disiapkan untuk mengantisipasi datangnya bencana alam di musim penghujan ini.
Kapolres Semarang AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan saat memimpin apel dalam rangka tanggap darurat bencana alam di Mapolres Semarang, Rabu (22/1) pagi mengatakan, kondisi cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, melumpuhkan jalur lalu lintas, dan rawan penyakit. Menurut Kapolres, anggota Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus mampu bergerak cepat, tepat dan efisien bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
“Personel siaga bencana setiap saat harus memantau perkembangan situasi dan kondisi cuaca, iklim dan perubahan alam yang terjadidi wilayah rawan bencana.Termasuk melakukan monitoring serta deteksi dini terjadinya bencana alam,” kata Augustinus.
Usai memimpin apel, Kapolres mengatakan, gelar pasukan dan perlengkapan SAR bertujuan mengecek kesiapsiagaan personel dan perlengkapan yang digunakan dalam menghadapi bencana alam. Dengan mengetahui kesiapan tersebut, menurut Kapolres akan dapat meminimalisir jumlah korban jiwa dan kerugian material.
“Saat ini personel dan peralatan SAR sudah siap. Jadi tinggal dikerahkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Dari Polda Jateng juga sudah mendukung peralatan seperti perahu karet dan lainnya,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa wilayah Kabupaten Semarang yang berpotensi banjir ada di Kecamatan Pringapus yang berbatasan dengan Kabupaten Demak. Kebanjiran di Pringapus disebabkan meluapnya air sungai. Sedangkan daerah rawan tanah longsor hampir merata, namun yang rawan adalah Sumowono dan Suruh. (tyo/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -