Spekulan Kuasai Tanah KEK

368

SEMARANG — Pemerintah Kabupaten Kendal segera membangun kawasan ekonomi khusus (KEK). Rencananya, peletakan batu pertama akan dilakukan pada April 2014 mendatang. Pembebasan tanah masih menjadi salah satu kendala.
Kepala Bagian Humas Pemkab Kendal Heri Wasito menjelaskan, Pemkab telah menyediakan sekitar 5.000 hektare lahan untuk KEK. Pada tahap awal, yang akan dibangun seluas 500 hektare.
”Tapi harga untuk membebaskan lahan saat ini sudah tinggi. Ternyata sudah banyak yang dikuasai spekulan, padahal kami inginnya beli langsung pada masyarakat,” tutur Heri saat berkunjung ke kantor redaksi Radar Semarang Jalan Veteran 55 Semarang Rabu (22/1). Rombongan Humas Pemkab Kendal diterima oleh Direktur Radar Semarang Riyadi, Pemimpin Redaksi Iskandar, Koordinator Liputan Arif Riyanto serta Redaktur Ismu Puruhito, Ida Nor Layla dan Pratono.
Heri menjelaskan, keberadaan KEK diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan berimbas pada meningkatnya kesejahteraan warga. KEK nantinya juga terintegrasi dengan Pelabuhan Kaliwungu Kendal yang baru saja diresmikan serta Stasiun Kaliwungu.
Direktur Radar Semarang Riyadi melihat prospek ekonomi Kendal ke depan memang cerah. Tingginya upah minimum kota (UMK) di Jakarta telah memicu eksodus perusahaan-perusahaan ke Jawa Tengah, dan salah satu tujuannya adalah Kendal. Selain itu, pembukaan Pelabuhan Kaliwungu juga akan mempermudah transportasi bisnis Kendal, ”Lima atau sepuluh tahun lagi, saya yakin Kendal akan semakin berkembang pesat,” katanya. (ton/isk/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.