Banjir Meluas, BBM Langka

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KUDUS – Banjir yang melanda di eks-Karesidenan Pati membuat bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kudus dan Jepara semakin langka. Tidak hanya premium (bensin), BBM jenis solar dan pertamax hingga tadi malam sulit didapatkan.
Sulitnya mendapatkan BBM tersebut, dikarenakan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terkendala bencana banjir yang terjadi di titik-titik perbatasan kota.
Di Kabupaten Kudus, hampir semua SPBU kehabisan premium. Bahkan, hingga tadi malam ada beberapa SPBU yang juga kehabisan solar dan pertamax, seperti di SPBU Panjang, SPBU Prambatan. Untuk SPBU Kaliwungu hanya tersisa pertamax. Itupun stoknya sudah menipis.
Langkanya BBM di Kudus ini, sudah sejak Rabu malam (22/1) lalu. Mulai SPBU depan RSUD Kudus, SPBU di Jalan Kudus-Pati turut Desa Salam, hingga SPBU di jalan Kudus-Jepara turut Desa Prambatan. Semuanya kehabisan Premium. Bahkan, beberapa di antaranya, sudah memasang papan pengumuman yang menjelaskan jika BBM premium masih dalam proses pengiriman.
Yunus, supervisor SPBU di jalan Kudus-Pati turut Desa Salam mengatakan, untuk BBM jenis premium sejak Rabu (22/1) lalu memang sudah habis. Karena biasanya pihak Pertamina melakukan pendistribusian atau pengiriman tiap Selasa.
Namun pada Selasa (21/1) lalu, memang tidak ada kiriman dari Pertamina, sehingga stok premium di SPBU habis, tinggal jenis pertamax. Belum diketahui pasti penyebabnya, namun berdasarkan informasi pengirimannya terkendala banjir di wilayah Semarang-Demak.
”Karena ada banjir di sejumlah wilayah pantura, pengiriman BBM di sejumlah SPBU tersendat. Karena permintaan kebutuhan masyarakat terus meningkat, mereka terpaksa memilih pertamax. Namun, jika sampai satu hari lagi belum ada kiriman dari Pertamina, dipastikan stok pertamax juga habis,” ujar Yunus.
Ardi, 20, salah satu pengendara asal Kecamatan Jati mengatakan, terpaksa membeli BBM jenis pertamax untuk sepeda motornya. Hal itu dikarenakan beberapa SPBU dan penjual eceran kehabisan premium.
”Saya dari pagi sudah muter-muter nyari bensin, tapi tidak ada. Bahkan tiga SPBU sudah saya datangi, termasuk di SPBU di Jalan Kudus-Jepara Desa Prambatan. Sehingga saya terpaksa membeli pertamax, padahal motor tua,” kata Ardi.
Sementara itu, Tim Basarnas Kantor SAR Semarang kemarin juga bekerja di wilayah Pati, Kudus dan Jepara yang dilanda banjir. Di Pati tim mengevakuasi warga Desa Margomulyo, Kecamatan Juwono. Total korban banjir yang dievakuasi berkisar 100 orang.
Semua korban banjir diungsikan di kantor Kecamatan Juwana, satu orang diantaranya sedang hamil tua dan ada juga yang dalam keadaan sakit. Ibu hamil dan korban sakit langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Saat ini kami kesulitan untuk nimbus ke Pati, untuk itu kami meminta bantuan dua tim kepada Basarnas Kantor SAR Surabaya untuk merapat ke Pati,” jelas Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Agus Haryono.
Di kabupaten Jepara tim dibagi menjadi dua regu. Regu pertama dipimpin oleh Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara, Agung Hari Prabowo mengevakuasi sekitar 50 warga Desa Paren Kecamatan Welahan. Regu yang kedua yang dipimpin oleh Nyoto Purwanto mengevakuasi warga korban banjir di Desa Dorang Kecamatan Nalumsari. Diantaranya ada balita usia 1 tahun , manula dan ibu- ibu. Ketinggian air di desa yang dievakuasi antara 1-3 meter.
Sama halnya di Jepara dan Pati, banjir di Kudus juga semakin meluas. Seksi Potensi Basarnas Kantor SAR Semarang, Makhfud yang memimpin evakuasi korban banjir di Kudus menjelaskan, saat ini total jumlah warga yang mengungsi lebih dari 5.000 jiwa, dan terus bertambah. “Terus terang kami kewalahan, karena kita melakukan evakuasi siang dan malam. Untuk itu kami meminta untuk dikirim bantuan personel lagi,” kata Makhfud. (ery/him/ris/jpnnlil)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -