Kepsek Diancam Oknum Wartawan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MUNGKID– Puluhan kepala sekolah SMP di Kabupaten Magelang dibuat resah oleh tingkah oknum wartawan salah satu media mingguan. Pasalnya, oknum tersebut tidak segan-segan mengancam dan memeras.
Hal itu terungkap saat rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Magelang di SMP N 1 Mungkid. “Sudah bebrapa kali kita diintimidasi. Akibatnya, tidak sedikit kepala sekolah ataupun guru yang kemudian menjadi takut dan antipati terhadap wartawan,” kata Kepala SMPN 3 Muntilan Joko Supriyono, kemarin.
Menurutnya, aksi wartawan gadungan itu sudah sangat meresahkan. Bahkan, sudah keterlaluan. “Kita belum tahu apa dia resmi atau hanya mengada-ada saja untuk mencari uang,” ungkapnya.
Sejauh ini, lanjutnya, beberapa oknum itu melancarkan aksinya dengan modus wawancara terkait berita negatif tentang sekolah. Oknum tersebut kemudian mengancam akan melaporkan berita negatif tersebut ke pihak terkait, termasuk membawa ke ranah hukum.
“Mereka meminta sejumlah uang kepada kepala sekolah jika tidak ingin beritanya dibawa ke ranah hukum. Padahal sebagian besar guru pasti tidak tahu dan tidak ingin jika sampai dibawa-bawa ke ranah hukum. Saya sendiri sempat akan diancam untuk dilaporkan atas pemberitaan negatif,” katanyaa.
Sementara itu, sekretaris Forum Jurnalis Magelang, Yohanes Bagyo Harsono menegaskan jika aksi itu murni ulah orang di luar wartawan resmi. Di dalam anggoa FJM nama oknum tersebut tidak terdaftar.
Dia berharap kepada para sekolah untuk tidak khawatir dan takut. Bahkan jika ada unsur ancaman dan pemerasan bisa dilaporkan ke polisi. “Jelas itu mencoreng citra jurnalis. Semoga ke depan, kepala sekolah bisa lebih berani menolak dan tidak menanggapi oknum wartawan yang dimaksud,” kata dia. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -