Penerbangan Dialihkan ke Juanda

292

HUJAN yang mengguyur Semarang sejak pagi kemarin juga membuat tiga penerbangan dari Jakarta tujuan Bandara Internasional Ahmad Yani terpaksa dialihkan ke Bandara Internasional Juanda Surabaya saat akan landing. Ketiga penerbangan tersebut adalah Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air yang mestinya melakukan pendaratan sekitar pukul 09.00.
Manajer Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani, Anom Fitranggoro mengatakan, pendaratan ketiga penerbangan tersebut dialihkan ke Surabaya karena cuaca ekstrem. Namun setelah cuaca membaik, penerbangan di Bandara Ahmad Yani kembali normal.
Anom mengakui, pengalihan tersebut dilakukan karena adanya cuaca buruk sehingga mengganggu jarak pandang pilot. Sesuai SOP (Standard Operating Procedure), jika terjadi cuaca buruk hingga berakibat pada terganggunya jarak pandang pilot, maka penerbangan harus dialihkan ke bandara terdekat.
Selain terpaksa dilakukan pengalihan rute, kemarin hampir semua penerbangan dari 41 penerbangan mengalami penundaan sekitar 1 jam. Praktis kemarin sempat terjadi penumpukan penumpang di bandara Ahmad Yani.
Dikatakan, selama terjadi cuaca buruk, dalam satu hari penundaan penerbangan dipastikan selalu terjadi antara lima hingga 10 penundaan penerbangan. Namun demikian, Anom memastikan, tidak ada kerugian material yang dialami oleh Bandara Ahmad Yani. ”Penundaan karena cuaca buruk itu bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya kepada Radar Semarang.
Station Manager Garuda Indonesia Semarang, Hermanto membenarkan terjadi pengalihan pendaratan ke Bandara Juanda. Sebelumnya, pesawat GA-232 dengan 156 penumpang dari 162 seat yang disediakan tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 07.55 dan sedianya mendarat di Ahmad Yani pukul 09.10. ”Kalau take off sudah on schedule, tapi karena jarak pandang pilot berada di bawah minimum dari yang disyaratkan, akhirnya terpaksa dialihkan,” kata dia.
Meski sempat terjadi penumpukan penumpang di Bandara Ahmad Yani, namun untuk penerbangan selanjutnya sudah on schedule. Karena itu, sebagian penumpang dialihkan ke penerbangan selanjutnya, dan sisanya menunggu penerbangan dari Juanda sekitar pukul 13.00.
Sementara itu, akibat banjir di Demak, Kudus dan Pati, angkutan umum arah Pantura timur mengalami kelumpuhan sejak lima hari lalu. Menurut Ketua Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Jateng, Karsidi Anggoro, tidak hanya kendaraan umum penumpang, namun kendaraan pengangkut barang juga tak bisa berjalan, karena tingginya banjir.
Sejumlah wilayah pantura yang mengalami banjir cukup tinggi di antaranya Demak, Pati, Kudus dan Jepara. Banyak kendaraan yang akan keluar maupun masuk ke kabupaten tersebut terpaksa berhenti akibatnya kemacetan cukup parah. ”Bahkan banyak pasar yang tutup, selain karena banjir juga karena tidak adanya pasokan barang dari luar kota,” paparnya yang mengaku sempat terjebak banjir di jalan raya Kudus-Pati selama tiga hari. (ars/aro/ce1)