Pragsono dan Asmadinata Disidang Terpisah

357

MANYARAN — Dua mantan hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Pragsono dan Asmadinata segera disidangkan oleh koleganya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI telah melimpahkan dua berkas penuntutan atas dua tersangka tersebut ke pengadilan antirasuah Semarang.
Kedua tersangka diduga menerima suap saat menangani perkara kasus korupsi dana perawatan mobil dinas Sekretariat DPRD Kabupaten Grobogan yang melibatkan mantan Ketua DRPD setempat M. Yaeni sebagai terdakwanya. ”Ya, berkas penuntutan sudah kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,” ujar juru Bicara KPK, Johan Budi, Kamis (23/1) kemarin melalui obrolan BlackBerry Messenger.
Pernyataan Johan itu dikuatkan Juru Bicara Pengadilan Tipikor Semarang, Endang Sri Widayanti. Endang membenarkan bahwa bagian administrasi Pengadilan Tipikor Semarang telah menerima pelimpahan berkas Pragsono dan Asmadinata. ”Sudah kami terima dan sudah dicatat dalam register perkara untuk nantinya akan disidangkan di sini (Pengadilan Tipikor Semarang, Red),” kata Endang.
Endang menjelaskan, Pragsono dan Asmadinata akan menjalani sidang secara terpisah. Perkara Pragsono dicatat dengan nomor 07/Pid.Sus/2014/PN TPK SMG. Sedangkan perkara Asmadinata dicatat dengan nomor 08/Pid.Sus/2014/PN TPK SMG. ”Selanjutnya kami menunggu penetapan majelis hakim yang akan menangani dua perkara berikut dengan jadwal hari sidang perdana keduanya,” tandasnya.
Endang menjelaskan meski keduanya adalah mantan hakim di Pengadilan Tipikor Semarang, namun pihaknya tidak dapat menolak keduanya untuk tidak disidangkan di Pengadilan. Pragsono adalah hakim karir di Pengadilan Negeri Semarang yang telah belasan tahun bekerja sebelum dimutasi ke Pengadilan Tinggi Padang. Sementara Asmadinata adalah hakim ad hoc di Pengadilan Tipikor Semarang sebelum akhirnya dimutasi ke Pengadilan Tipikor Palu. Namun oleh Majelis Kehormatan (MKH) Hakim Mahkamah Agung (MA), Asmadinata dipecat dengan tidak hormat lantaran terbukti melakukan pelanggaran berat tentang kode etik hakim.
”Meski keduanya pernah bertugas di sini, hal itu tidak masalah. Toh, buktinya satu terdakwa lain yakni Kartini Juliana Mandalena Marpaung juga disidangkan di sini dan tidak ada masalah. Jadi menurut kami ya biasa saja,” tambahnya. (bud/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.