Tanah Ambles, 32 Rumah Rusak

322

SEBANYAK 32 rumah di wilayah Kelurahan Sukorejo RT 6 RW 10, Kecamatan Gunungpati rusak setelah tanahnya ambles. Akibatnya, 67 kepala keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi di tenda-tenda yang disediakan oleh TNI maupun Polri.
Bencana tanah ambles tersebut terjadi di Perumahan Trangkil Sejahtera, Kelurahan Sukorejo. Tanah tersebut mengalami ambles sekitar pukul 08.30 kemarin, setelah hujan mengguyur sejak subuh.
Ketua RT 6 RW 10 Perumahan Trangkil Sejahtera Agus Kushendratno mengatakan, rumah yang rusak parah terdapat di RT 6 RW 10 sebanyak 25 rumah. Lainnya, di RT 3 RW 10, sekitar tujuh rumah. Di antaranya di Jalan Pancoran 5, sebanyak satu rumah, Jalan Pancoran 6 sebanyak dua rumah, serta di Jalan Pustaka II jalannya putus dan terdapat lima rumah rusak parah.
Hartatik, 34, warga Sukorejo RT 6 RW 10 mengaku baru merenovasi rumah di perumahan tersebut. ”Tapi, belum selesai dibangun malah sekarang ada bencana, sehingga rusak parah,” katanya sambil menangis. Untuk sementara, Hartatik menempati tenda milik TNI yang dibangun tak jauh dari lokasi.
Djoko Supriyanto, warga lain mengatakan, akibat tanah ambles, rumahnya rusak hingga tidak bisa ditempati. Beberapa bagian rumahnya, seperti ruang tamu dan kamar tidur rusak parah. ”Tidak berani menempati rumah ini lagi, terpaksa harus tidur di tenda milik TNI,” ujarnya.
Djoko mengaku, tanah ambles itu sebenarnya telah terjadi sejak beberapa hari lalu. Tapi, tak dirasakan warga. Baru pagi kemarin, warga merasakan suara getaran akibat tanah ambles. ”Saya langsung suruh semua keluarga keluar. Memang tidak roboh, tetapi suara itu membuat saya kaget dan lari keluar rumah,” katanya.
Mulyono, warga lain mengaku, saat tanah ambles, ia sedang berada di rumah bersama keluarganya. Tiba-tiba terdengar suara keras. Saat itu, tanah di bagian dapur dan ruang tamu rumahnya ambels. Ia pun bergegas lari keluar bersama anak istrinya. ”Saat kejadian, saya belum berangkat kerja. Sehingga semua keluarga langsung saya suruh keluar. Ternyata tanah di ruang tamu ambles, dan longsor ke belakang,” jelasnya.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke Kelurahan Sukorejo, diteruskan ke Kecamatan Gunungpati dan Pemkot Semarang. Sejumlah anggota TNI dan polisi diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka mendirikan tenda-tenda pengungsian warga. Sebab, setelah kejadian itu, warga dilarang memasuki rumahnya yang sewaktu-waktu bisa roboh lantaran tanahnya bergerak. Namun sejumlah warga tetap nekat masuk ke dalam rumahnya. Mereka hendak menyelamatkan barang berharga dan peralatan elektronik untuk dibawa ke tenda pengungsian. Selain itu, warga juga memutus aliran listrik agar tidak berbahaya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang mengunjungi lokasi langsung menginstruksikan agar dibangun dapur umum bagi para pengungsi. Sedangkan untuk penanganan selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak provinsi. ”Jumlah rumah warga yang dilaporkan rusak sebanyak 32 rumah. Baik kategori rusak berat, sedang, maupun ringan,” katanya. (hid/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.