Ekonomi Jateng Tumbuh Lambat

358

SEMARANG – Perekonomian Jateng dan DIJ tetap tumbuh meski berjalan lambat. Pertumbuhan perekonomian di kedua provinsi diperkirakan terus membaik setelah sempat tertekan pada 2013, terimbas pelambatan ekonomi global.‬ Bahkan, untuk perekonomian Jateng 2014 diprediksi lebih prospektif dengan proyeksi akan naik dan ekspor menguat meski terbatas.
Menurut Kepala BI Kantor Perwakilan Jateng-DIJ, Sutikno, meski ekspor Jateng pada 2013 melemah namun pada tahun ini diperkirakan tumbuh meski tak banyak, yakni 10 persen. ”Terutama ekspor unggulan seperti furnitur serta tekstil,” ujarnya pada Forum Bisnis ’Prospek Bisnis 2014’, di Paragon kemarin.‬
Lebih lanjut dirinya mengatakan, seiring penguatan ekonomi global, untuk ekspor nonmigas diprediksi juga akan tumbuh di bawah 10 persen. Sementara penguatan ekspor sudah terlihat menguat sejak kuartal keempat, pasca pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. ”Pada periode tersebut, ekspor properti Jateng mengalami peningkatan 12 persen sedangkan garmen serta produk tekstil tumbuh delapan persen,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pengamat ekonomi Reinald Kasali mengatakan, sektor riil menjadi kekuatan ekonomi domestik. Sementara untuk manufaktur perlu memperluas jangkauan pasar guna mendorong volume pertumbuhan.‬ ”Pada kondisi apa pun, bisnis selalu memiliki peluang dan kondisi ekonomi menjadi salah satu kuncinya. Intinya pebisnis perlu update produk dan tepat sasaran,” tandasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng memaparkan, pada perkembangan ekspor impor Jateng dalam kurun waktu bulan Oktober-November menunjukkan, ekspor nonmigas pada bulan November sebesar 401,46 juta USD, sedangkan untuk impor komoditas nonmigas mencapai 570,51 juta USD. Menurut Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Jam Jam Zamachsyari, jumlah tersebut naik 17,48 persen dibandingkan pada Oktober 2013. (ars/smu/ce1)