Imlek Resmikan Hio Lo Dian Gong

301

WONOSOBO – Hari akhir tahun 2564 dalam sistem kalender Tionghoa, oleh umat Tri Dharma Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo diisi dengan sembahyang Sang An sekaligus bersih-bersih altar rupang dewa jelang Imlek. Pada masa ini, diyakini para dewa tengah pergi ke langit melaporkan semua peristiwa kepada Tuhan selama satu tahun lalu.
Sembahyang Sang An, dilakukan kemarin (24/1) pagi oleh puluhan umat Tri Dharma. Setelah itu, mereka mengeluarkan semua rupang dewa dari altar. Kemudian satu per satu dibersihkan. Sebagian membersihkan altar kemudian mengecatnya sehingga kelihatan baru.
Menurut Ketua Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo Salim Kardiyanto, Sang An merupakan rangkaian acara jelang tahun baru Imlek. Pada masa ini diyakini para dewa pergi ke langit untuk melaporkan semua peristiwa yang berlangsung selama satu tahun kepada Tuhan. Masa ini akan berlangsung hingga tanggal 4 bulan 1 tahun 2564 tahun China. Setelah itu akan dilakukan sembahyang Sang An.
“Pada waktu Sang An, para dewa akan kembali turun ke bumi dan akan digelar sembahyang penyambutan tahun baru Imlek,”katanya.
Setelah itu kata Salim, perayaan Imlek kembali akan dilakukan pada tanggal 8 hingga 9 bulan 1 tahun China dengan ibadah Khing Tie Kong. Kegiatannya berupa sembahyang agung yakni para dewa berikut altar yang digunakan berukuran tinggi dan pelaksanaan sembahyang dilakukan secara bersama di serambi kelenteng.
“Ukuran altar dan posisi para dewa dalam sembahyang ini harus lebih tinggi dari manusia. Selain itu, altarnya juga khusus karena merupakan sembahyang agung,” ujarnya.
Dikatakan, dalam perayaan Imlek tahun ini, di Hok Hoo Bio akan tampak berbeda. Karena pada malam sembahyang Imlek, akan dibarengkan dengan peresmian hio lo dian gong yakni altar pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ciri dari altar baru ini, berkaki tiga dengan lubang bejana cukup besar.
“Sebelumnya kami sudah punya, namun kecil. Untuk tahun baru ini, akan diresmikan penggunaan dian gong besar,” paparnya.
Fungsi dari hio lo dian gong ini, kata Salim, digunakan untuk sembahyang pemujaan kepada Tuhan oleh semua umat Tri Dharma, sebelum menuju altar lain. Menariknya, dalam benda serupa bejana ini, terdapat tulisan Mandarin berbunyi Kwok Thai Ming An Fung Tiau Ie Suen. Artinya, negara makmur rakyat aman sentosa.
“Tulisan ini, sebenarnya tertulis pada semua hio lo dian gong di semua kelenteng di dunia,” ungkapnya. (ali/lis)