KPU Antisipasi Mobilisasi Pemilih

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG-Mobilisasi pemindahan pemilih antar daerah dalam satu kabupaten untuk mendukung calon anggota legislatif (Caleg) tertentu pada 9 April mendatang, sangat rawan terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung meminta Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk terus mengontrol dan mengantisipasinya.
Karena itu, Ketua KPU Kabupaten Temanggung, Sujatmiko meminta PPS untuk lebih selektif dalam mengeluarkan formulir A5 atau surat pengantar kepada warga yang pindah tempat menggunakan hak suaranya.
“Jangan sampai formulir A5 dijadikan alat mobilisasi pendukung salah satu caleg dari daerah pemilihan lain ke TPS di dapil caleg tertentu,” katanya.
Aturannya, kata Sujatmiko, mengizinkan menggunakan hak pilih di TPS lain, tetapi jangan sampai aturan itu digunakan sebagai modus operandi untuk melakukan praktik-prktik yang tidak benar.
“Kami bukan melarang pemberian formulir A5, tetapi setidaknya mengawal pemberian A5 agar tidak disalahgunakan. Bukan berarti pemilih tidak boleh menggunakan hak pilihnya di tempat lain, paling tidak alasan pemindahan pemilih itu jelas,” katanya.
Menurut dia, hal itu bisa saja terjadi untuk caleg kabupaten/kota. Lantaran, daerah pemilihan (Dapil)-nya saling berdekatan. Sedangkan caleg provinsi atau pusat, kemungkinan sangat kecil. Selain membutuhkan biaya tinggi, antardapil saling berjauhan.
Ia menengarai, caleg akan bertindak apa saja untuk meraih suara terbanyak, termasuk memobilisasi pendukung. Ia mencontohkan calon A terdaftar di dapil satu, sedangkan pendukung baik teman atau saudara ada di dapil dua. Maka caleg tersebut bisa jadi akan berusaha memindahkan pendukungnya dari TPS tempatnya terdaftar ke dapil dua atau ke sejumlah TPS di dapil satu.
“Sebaran perolehan suara di TPS dalam satu dapil ini akan terkumpul banyak dan memungkinkan untuk memenangkannya. Cara tersebut pernah dipraktikkan caleg di kabupaten lain pada Pemilu 2009 lalu,” katanya.
Ia mengatakan, kecurigaan tersebut bukan berarti caleg akan melakukan hal tersebut. Namun hanya sebagai langkah antisipasi atau kehati-hatian saja. “Sehingga perlu disosialisasikan dari awal,” tandasnya. (zah/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -