Pedagang Minta Pembangunan Dipercepat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TEMANGGUNG—Setelah pemenang lelang Pasar Legi Parakan ditetapkan, para pedagang di sentra perekonomian terbesar kedua di Kabupaten Temanggung berharap agar proses pembangunan dipercepat. Hal tersebut disebabkan kondisi pasar darurat yang digunakan sebagai tempat penampungan pedagang sementara tidak mencukupi.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah berusaha membangun pasar ini. Kami berharap agar proses pembangunan dapat dipercepat. Semakin cepat dibangun, maka semakin cepat pula kami dapat menempati,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Legi Parakan, Chafid Khamim.
Ia mengatakan, kondisi berdagang di pasar darurat disorot dari sisi omzet penjualan dibandingkan dengan Pasar Legi sebelumnya menurun drastis. Penurunan tersebut berdampak langsung pada pendapatan para pedagang. “Omzet pedagang hampir semuanya turun,” katanya.
Ahmad Mudzofar, 55, pedagang pakaian menuturkan, setahun setelah pindah dari Pasar Legi ke pasar darurat ia mengaku mengalami penurunan omzet penjualan. Meski demikian, karena berdagang merupakan salah satu pilar pemenuhan kebutuhan ekonominya, ia tetap berdagang di pasar yang berlokasi di lapangan Mr Roem ini.
“Banyak pedagang yang sekarang tutup kiosnya. Cuma tutup dan alih profesi menjadi buruh pabrik atau petani untuk sementara. Mereka masih punya kios dan los disini, tetapi terpaksa tidak berdagang karena sepi pembeli,” terangnya.
Ia mengatakan, pedagang Pasar Legi Parakan tercatat telah satu tahun pindah ke pasar darurat per 24 Januari 2014. Selama setahun tersebut, omzet penjualan pedagang rata-rata mengalami penurunan antara 50-70 persen. “Sebab di sini aksesnya sulit dijangkau,” katanya.
Hal senada juga dialami pedagang daging, Hafidzah, 60, ia mengaku mengalami penurunan omzet antara 60-70 persen setiap hari. Saat berjualan di Pasar Legi Parakan, ia mampu menjual sedikitnya 50 kilogram daging, namun sekarang penjualan maksimal harian hanya 20 kilogram. “Untuk itu kami harap dapat segera dibangun dan kami kembali ke pasar yang lama,” tandasnya. (zah/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -