Pendapatan dari BUMD Digenjot

275

TEMANGGUNG–Perkiraan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Temanggung pada tahun anggaran 2014 dinilai masih minim. Untuk itu, diperlukan solusi strategis untuk meningkatkan PAD dari berbagai sektor yang memungkinkan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah optimalisasi BUMD sebagai salah satu penyumbang PAD selain pajak dan retribusi.
Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi memaparkan, perhitungan PAD dari bagian laba BUMD, pada penetapan APBD 2013 sebesar Rp 9 miliar. Untuk meningkatkan pendapatan tersebut telah dilakukan perubahan RKAT perusahaan yang disesuaikan dengan perkembangan usaha serta melihat kondisi ekonomi. “Pada akhir tahun pendapatan meningkat menjadi Rp 9,5 miliar,” katanya.
Untuk tahun anggaran ini, lanjutnya, target deviden pemda bersama BUMD telah melakukan komunikasi efektif dan optimal terhadap rencana kerja BUMD sehingga dicapai kesepakatan RKAT. “Ada perubahan dari sebelumnya. Untuk target deviden 2014 sebesar Rp 9,64 miliar,” katanya.
Ia memaparkan, pemkab berupaya untuk meningkatkan PAD sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembiayaan pembangunan daerah. Pada dasarnya dari sisi nominal, perkembangan PAD dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. “Namun demikian kenaikan PAD ini tidak sebanding dengan kenaikan dana perimbangan dan lainnya sebagai sumber pendapatan daerah yang sah,” paparnya.
Anggota Fraksi PKB DPRD Temanggung, Umi Tsuwaibah mengatakan, dari sisi pendapatan daerah, memang secara nominal terjadi peningkatan sebanyak 4,12 persen. Namun peningkatan tersebut sebagian besar karena asumsi peningkatan dari sektor dana alokasi umum (DAU). “Padahal kita harus berhadapan dan mengimbangi rencana kenaikan gaji PNS sebesar 7 persen. Sementara dari sektor lainnya semisal sektor pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan justru mengalami penurunan,” terangnya.
Ia mengatakan, pemkab dan DPRD perlu memikirkan secara serius untuk peningkatan PAD yang masih sangat minim. PAD 2014 dihitung dari persentase lebih kecil 8,01 persen dibanding perkiraan PAD tahun anggaran sebelumnya yakni 8,15 persen. “Peningkatan PAD ini seharusnya menjadi satu target sekaligus tantangan bagi pemerintahan yang masih baru ini,” tandasnya. (zah/lis)