Pensiun Diperpanjang, Pemkot Rombak SOTK

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA—Wali Kota Yuliyanto berjanji segera mengkaji perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) terkait aturan baru mengenai aparatur sipil negara (ASN) serta batas usia pensiun PNS sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014.
Ia pun mewacanakan adanya beberapa dinas dan badan yang bisa dipecah (dimekarkan) lagi untuk karier PNS, agar bisa naik ke eselon II.
Yuliyanto mengatakan, dengan penambahan usia pensiun, maka dikhawatirkan justru menghambat karier para PNS. “Satu – satunya jalan agar gerbong kepegawaian berjalan dan reorganisasi, harus dengan melakukan pengkajian SOTK baru.”
Sebab, kata dia, dengan diperpanjangnya masa pensiun eselon II dan III, akan mengganjal karier PNS di bawahnya yang sudah memenuhi persyaratan. “Memang, dengan aturan baru ini merepotkan daerah,” tandas Yuliyanto.
Seperti diketahui, pejabat eselon II saat ini, dengan keluarnya UU Nomor 5 Tahun 2014 yang seharusnya pensiun pada 2014, tidak jadi pensiun. Melainkan diperpanjang hingga usia 60 tahun atau bertambah masa kerja 4 tahun.
“Sedangkan untuk eselon III menjadi 58 tahun usia pensiun. Tentu, kami berpikir para PNS di bawahnya. Dampaknya memang ke gerbong PNS.”
Terpisah, Kabag Hukum Pemkot Salatiga Ardiyantara menambahkan, daerah tidak bisa membantah aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Semuanya harus dijalankan. Kemungkinannya, bisa dialihkan dari jabatan struktural ke fungsional.
Dengan keluarnya UU Nomor 5 Tahun 2014 ini, kata dia, akan terjadi penumpukan di bawah. Sehingga karier akan menunggu kekosongan eselon di atasnya. “Dengan keluarnya aturan baru ini tentang perpanjangan usia pensiun bagi eselon III dan II ini membingungkan, apakah anugerah atau musibah?” sentil Ardiyantara.
Bagian Hukum kini sudah melakukan koordinasi dengan seluruh satuan perangkat daerah (SKPD). SKPD diminta melakukan inventarisasi lagi jabatan yang ada. Nantinya, akan dibahas bersama; mana yang mungkin bisa dikembangkan dan mana yang harus dihapuskan. (sas/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -