Rp 2 M untuk Hadapi Bencana

284

UNGARAN- Pemkab Semarang menyiapkan anggaran Rp 2 Miliar untuk penanggulangan bencana alam.
Bupati Mundjirin mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membuat 5 posko tanggap bencana alam. Yaitu, di Bringin, Sumowono, Getasan, Suruh, dan Ungaran.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk penanganan bencana. Potensi bencana di Kabupaten Semarang, hanya angin puting beliung dan tanah longsor saja.
“Sama seperti tahun sebelumnya, kami juga siapkan anggaran Rp 2 Miliar. Baik untuk perbaikan, logistik, dan kesehatan. BPBD juga sudah membentuk posko bencana alam di lima kecamatan,” tutur Bupati Mundjirin, kemarin.
Bupati mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan camat untuk rutin memantau kondisi wilayah. Camat juga wajib berada di lokasi hingga bencana bisa diatasi.
Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Arief Budiyanto menambahkan, keberadaan posko bencana untuk membantu mengawasi dan memantau kemungkinan timbulnya bencana alam. Saat ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kecamatan hingga desa untuk antisipasi.
“Setiap seminggu sekali, kecamatan wajib melaporkan hasil pantauan di lapangan kepada BPBD.”
Sementara itu, pagi kemarin, sekitar 09.30, telah terjadi bencana akibat angin kencang. Sebuah rumah semi permanen milik Juminah, 56, warga Dusun Dendeng RT 03, RW 03 Desa Wringin Putih Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, ambruk disapu angin. Tidak ada korban jiwa. Sebab, rumah dalam keadaan kosong.
Kejadian diketahui anak korban, Romdoniah, 34, dan suaminya Nuryanto, 35, yang sedang bersih-bersih halaman. Mereka terkejut karena tiba-tiba ada suara seperti benda keras jatuh. Setelah dicek, ternyata rumah orang tuanya yang berada di pinggir sawah, ambruk. (tyo/isk)