Sawah Warga Terancam Puso

344

DEMAK — Ratusan hektare areal persawahan di wilayah Kecamatan Sayung, tenggelam. Tanaman padi pun terancam puso. Di Desa Sayung, tercatat 212 hektare sawah dan 53 hektare tambak kebanjiran dengan ketinggian air 70 cm.
Juga di Desa Prampelan, seluas 78 ha sawah tenggelam. Selain lahan pertanian, banjir hingga kemarin, masih merendam 1.300 rumah di Desa Sayung, 100 rumah di Desa Purwosari, 650 rumah di Desa Prampelan dan 350 rumah di Desa Tambakroto.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Bambang Saptoro mengatakan, sebanyak 50 warga korban banjir di Desa Sayung diungsikan di Balai Desa setempat.
Sedangkan untuk Desa Prampelan, warga yang diungsikan ke Balai Desa ada 70 orang; serta 180 lainnya di rumah tetangga mereka. ”Untuk warga Desa Purwosari dan Tambakroto belum mau diungsikan,” katanya.
Sementara itu, petugas posko BPBD, Agus Budiyono menambahkan, elevasi air Waduk Kedungombo dilaporkan mulai turun. Yakni, dari 456 meter kubik per detik menjadi 415 meter kubik per detik. Sedangkan elevasi air bendung Klambu dari 582 menjadi 500 meter kubik per detik. ”Kondisi aman. Debit di atas (hulu) juga dalam posisi kosong,” ujarnya.
Kini, kata dia, BPBD lebih fokus pada pengiriman bantuan logistik ke lokasi bencana banjir. Seperti di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung dan sekitarnya. Selain itu, ke Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Desa Ketanjung dan desa lainnya di Kecamatan Karanganyar dan Desa Mijen. Juga di Desa Pecuk, Kecamatan Mijen.
Menurut Agus, di Kecamatan Wedung, ada 10 desa yang digelontor bantuan. Sedangkan di Kecamatan Mijen, ada 5 desa, Kecamatan Sayung, 4 desa; serta Kecamatan Karanganyar ada 2 desa.
”Untuk korban banjir di Sayung dan Karanganyar, warga masak sendiri. Sedangkan, di Kecamatan Wedung dan Mijen, warga dibantu aparat TNI dari Kodam dan Korem memasak di dapur umum,” jelas Agus, kemarin.
Sementara itu, akibat banjir di wilayah Kudus, berdampak pada kemacetan lalu lintas di tanggul angin perbatasan Demak dan Kudus. Kendaraan macet dan mengular panjang. Kendaraan tersebut antre melalui jalan raya pantura Kudus yang masih terendam air banjir. (hib/isk/ce1)