Wakil Menteri Klaim Tak Ancam Produksi

343

KENDAL – Bencana banjir yang melanda wilayah pantura pulau Jawa, telah merendam 10 ribu hektare (ha) tanaman padi. Namun, Wakil Menteri Pertanian RI, Rusman Heryawan, mengklaim, kondisi yang demikian, belum mengancam produksi pangan, utamanya beras. Sebab, lahan yang terendam banjir, belum memasuki masa tanam.
“Sekitar 10 hektare yang terendam, namun banyak yang belum masuk masa tanam. Yang sudah masa tanam, hanya akan memengaruhi kualitas padi saja,“ kata Rusman usai menyerahkan bantuan bibit kepada petani Kendal di objek wisata Curugsewu, Jumat (24/1) siang kemarin.
Kementerian Pertanian, kata Rusman, akan memberikan bantuan berupa mesin pengering. Alat itu untuk menghilangkan kandungan air dalam padi, sehingga padi tak membusuk.
“Kami masih melakukan pendataan untuk lahan yang siap panen, agar bisa kami bantu dengan mesin pengering.“
Menurut Rusman, padi yang ditanam pada Oktober atau sebelum musim penghujan, biasanya berkualitas kurang baik. Sebab, sebelum masa tanam, pasti terendam air banjir. Beda dengan padi yang ditanam setelah Januari. “Hal itu dipengaruhi oleh sinar matahari. Jadi, kualitasnya berbeda.“
Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan cadangan benih, jika sawah-sawah di wilayah pantura terendam banjir. Ia menjamin, stok beras di Bulog saat ini mencapai 2 juta ton. Artinya, cukup untuk delapan bulan ke depan.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP3K) Kendal, Sri Purwati, menerangkan, setidaknya ada 2.900 ha lahan persawahan di Kendal yang terendam banjir.
Dari ribuan ha sawah yang terendam, hanya sekitar 350 ha lahan saja yang mengalami puso. “Ada yang puso sebanyak 359 ha, di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Kangkung dan Patebon. Kita masih terus melakukan pendataan untuk kita mintakan bantuan ke Kementerian Pertanian, termasuk penanganannya.“ (den/isk/ce1)