Wakil Menteri Klaim Tak Ancam Produksi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL – Bencana banjir yang melanda wilayah pantura pulau Jawa, telah merendam 10 ribu hektare (ha) tanaman padi. Namun, Wakil Menteri Pertanian RI, Rusman Heryawan, mengklaim, kondisi yang demikian, belum mengancam produksi pangan, utamanya beras. Sebab, lahan yang terendam banjir, belum memasuki masa tanam.
“Sekitar 10 hektare yang terendam, namun banyak yang belum masuk masa tanam. Yang sudah masa tanam, hanya akan memengaruhi kualitas padi saja,“ kata Rusman usai menyerahkan bantuan bibit kepada petani Kendal di objek wisata Curugsewu, Jumat (24/1) siang kemarin.
Kementerian Pertanian, kata Rusman, akan memberikan bantuan berupa mesin pengering. Alat itu untuk menghilangkan kandungan air dalam padi, sehingga padi tak membusuk.
“Kami masih melakukan pendataan untuk lahan yang siap panen, agar bisa kami bantu dengan mesin pengering.“
Menurut Rusman, padi yang ditanam pada Oktober atau sebelum musim penghujan, biasanya berkualitas kurang baik. Sebab, sebelum masa tanam, pasti terendam air banjir. Beda dengan padi yang ditanam setelah Januari. “Hal itu dipengaruhi oleh sinar matahari. Jadi, kualitasnya berbeda.“
Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan cadangan benih, jika sawah-sawah di wilayah pantura terendam banjir. Ia menjamin, stok beras di Bulog saat ini mencapai 2 juta ton. Artinya, cukup untuk delapan bulan ke depan.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP3K) Kendal, Sri Purwati, menerangkan, setidaknya ada 2.900 ha lahan persawahan di Kendal yang terendam banjir.
Dari ribuan ha sawah yang terendam, hanya sekitar 350 ha lahan saja yang mengalami puso. “Ada yang puso sebanyak 359 ha, di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Kangkung dan Patebon. Kita masih terus melakukan pendataan untuk kita mintakan bantuan ke Kementerian Pertanian, termasuk penanganannya.“ (den/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -