Elevasi Siaga Satu

341

SOLO–Perum Jasa Tirta I membuka salah satu pintu air (spillway) bendungan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, mulai pukul 07.00 kemarin (25/1). Pembuangan dengan debit air yang digelontor 100 meter kubik per detik dipastikan belum akan mengakibatkan dampak buruk, seperti banjir atau genangan di Solo. Informasi mengenai pembukaan spillway bendungan WGM beredar melalui broadcast message.
Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo Eko Nugroho, saat dimintai konfirmasi Radar Solo, membenarkan informasi tersebut. Eko menyampaikan pembukaan salah satu pintu air WGM itu dikarenakan kondisi elevasi atau ketinggian muka air bendungan pada pagi kemarin sudah melewati siaga I, yakni sekitar 135,39 meter dari permukaan air laut (dpl). ”Itu lantaran ada kiriman air dari hulu yang menyebabkan elevasi air mulai Sabtu malam hingga pagi terus meningkat,” terangnya.
Lalu bagaimana dengan dampak yang ditimbulkan di Solo? Pascapembukaan spillway, memang terjadi peningkatan elevasi Sungai Bengawan Solo di kawasan Solo mulai pukul 09.00. Hingga kemarin siang sekitar pukul 14.00, gelontoran air masih terus mengalir alias belum ada penyusutan. Namun, dikatakan Eko, pembuangan dengan debit air 100 meter kubik per detik itu tak sampai membawa dampak mengkhawatirkan, misalnya genangan atau luapan banjir. Apalagi, gelontoran air langsung mengalir menuju timur, ke kawasan Jawa Timur, seperti Bojonegoro, dan sekitarnya.
”Kondisi dalam kota (Solo) masih landai, aman. Kemampuan dua unit pompa air yang ada di dua titik pintu air masing-masing mencapai 1.000 liter per detik. Jadi, pembuangan air dari bendungan tak akan mengakibatkan banjir atau genangan di Solo. Apalagi, dari Klaten juga tidak ada kiriman air,” papar dia.
Sementara itu, koordinator penjaga pintu air Joyotakan Solo Purwoko mengatakan, sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pembuangan dengan debit air seperti kemarin belum akan mengakibatkan banjir. Meski demikian, pihaknya telah siap menutup empat pintu air anak Bengawan Solo yakni, Joyotakan, Demangan, Pucangsawit dan Sewu, jika sewaktu waktu elevasi air bengawan Solo diambang batas.
”Kalau pembukaan spillway bendungan WGM masih sekitar 100 meter per detik masih aman. Tapi, di luar itu, masyarakat tetap harus waspada,” ungkapnya. Hal itu mengingat curah hujan sepanjang Januari hingga Februari yang masih terus tinggi. Intensitas hujan yang tinggi itu jelas dapat menambah debit Sungai Bengawan Solo. Kewaspadaan terutama harus dilakukan bagi warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai. (ria/un/ida)