Kalla Minta Warga Direlokasi

317

SUKOREJO—Longsor yang terjadi di Perumahan Trangkil Sejahtera dan Trangkil Baru diperkirakan akibat kesalahan dalam pemilihan lahan permukiman. Lahan yang seharusnya untuk penampung air, tapi digunakan untuk permukiman warga.
“Itu membutuhkan kesadaran dan ketegasan dari pemerintah agar masyarakat tidak menggunakan lahan penghijauan sebagai tempat tinggal,” ungkap Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla saat mengunjungi korban tanah longsor Trangkil, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Sabtu (25/1).
Mantan Wakil Presiden ini berharap warga di Trangkil bisa direlokasi ke daerah yang lebih aman. Pasalnya tempat itu bukan sebagai tempat tinggal melainkan sebagai lahan penghijauan.
Terkait dengan bencana di Jateng, Kalla menjelaskan, kerugian material terbesar diperkirakan ada di daerah Kudus dan Pati. Rata-rata korban banjir memiliki sawah dan tambak yang siap panen. Tapi karena diterjang banjir, mereka gagal panen. “Sehingga kerugian material itu sangat besar. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.
Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng, Sabtu (25/1) mengirimkan 5.000 paket makanan ke wilayah Pati dengan menggunakan helikopter jenis Bolcow dengan nomor lambung penerbangan PK-EAS dan PK-EAU. Kegiatan ini dilakukan karena lokasi bencana sulit dijangkau lewat jalur darat.
“Kalau melalui darat jelas tidak mungkin karena akses jalannnya terkena banjir. Makanya kami menggunakan helikopter,” ungkap Ketua PMI Jateng Sasongko Tedjo. Lebih lanjut Sasongko mengatakan, pendistribusian bantuan itu untuk meringankan penderitaan korban banjir di Pati yang mulai kehabisan bahan makanan. (hid/ton)