Pengurukan Belum Rampung

417

KUDUS–Upaya pengurukan jalur pantura turut Jalan AKBP Agil Kusumadya kembali mendapatkan kendala. Di kawasan terminal induk Kudus, debit air diketahui kembali naik. Sehingga lapisan pondasi atas (LPA) yang digunakan untuk menguruk harus kembali ditambah.
Di titik itu, ketinggian air diketahui mencapai paha orang dewasa. Sehingga bila urukan seperti sebelumnya, maka diperkirakan jalur urukan tersebut masih akan terendam air. Bila semula ketinggian hanya berkisar 40 sentimeter, kini harus dinaikkan hingga sekitar 80 sentimeter.
Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral, Sam’ani Intakoris mengamini belum rampungnya proses pengerukan itu kemarin. Dia mengatakan, saat ini masih ada sekitar 100 meter lagi yang harus diuruk agar mampu membuka akses Kudus–Demak. Pengurukan sendiri sudah sampai di depan terminal induk Kudus. ”Kalau untuk target selesainya, saat ini kami memang belum berani memastikan. Namun kami pastikan akan diupayakan secepatnya,” jelas Sam’ani.
Dikatakan, selain cukup dalamnya genangan air, banyak orang yang berlalu lalang di area pengurukan turut memperlambat. Belum lagi banyaknya truk yang akhirnya terjebak macet saat menuju ke lokasi pengurukan.
”Kami memang berharap masyarakat dapat sedikit bersabar dalam menghadapi hal ini. Kami tetap akan lakukan percepatan, terutama agar distribusi kebutuhan vital seperti bahan bakar minyak (BBM) dan sembako dapat segera lancar,” lanjutnya.
Untuk mengatasi debit air yang cukup tinggi itu, Sam’ani mengatakan kebutuhan batu kricak, sebagai bahan pengurukan bertambah cukup banyak. Bila kemarin ditaksir hanya sekitar 750 kubik, saat ini bisa lebih dari itu. ”Kami belum bisa menghitung secara pasti besaran jumlahnya. Itu karena harus kami sesuaikan dengan kondisi genangan di jalan,” tambahnya. (ben/aji/ida)