Pilih Tinggal di Mess PSIS, Sempat Jadi Buruan Klub-Klub Besar

1604

Ronald Fagundez, Legiun Asing Yang Kembali Dikontrak PSIS Semarang
Nama Ronald Fagundez memang sudah tidak asing lagi bagi tim PSIS. Maklum saja, sebelum merapat, pemain bernama lengkap Ronald Daian Fagundez Oliviera tersebut musim lalu juga berkostum PSIS selama setengah musim.

Baskoro Septiadi, Semarang

PEMAIN kelahiran Uruguay 12 Mei 1979 tersebut pertama menginjakkan kakinya di bumi Makassar. Dia bergabung bersama tim asal kota tersebut, yaitu PSM Makassar selama musim 2004-2006.
Selama berkostum PSM tersebut merupakan masa keemasan Fagundez. Total gelandang elegan tersebut mampu mencetak 14 gol dari dua musim penampilannya bersama tim berjuluk Juku Eja tersebut.
“Bisa dikatakan, saya sangat suka tinggal di Makassar karena kota itu pertama kali saya bermain bola. Dan disana suasana juga dulu cukup enak sehingga saya bermain juga bisa enjoy,” beber pemain yang sudah fasih berbahasa Indonesia.
Di Kota Makassar itu pula, akhirnya Fagundez memutuskan untuk mempersunting, Nancy Kondengis, gadis setempat yang menjadi pujaannya dan kini telah dikaruniai seorang anak yaitu Franco Fagundez.
Setelah dua musim bergabung bersama tim PSM Makassar, Fagundez akhirnya memutuskan untuk hijrah ke tim Macan Putih yaitu Persik Kediri. Selama 112 penampilannya bersama Persik, Fagundez berhasil menyumbangkan 12 gol.
Dan selama di Persik itulah, Fagundez bermain bersama tandem sejatinya yang juga berasal dari Uruguay, Christian Gonzales. Keduanya menjadi momok mematikan bagi tim lawan ketika tampil di atas rumput hijau.
“Gonzales sudah seperti saudara. Kami masih sering berkomunikasi meski sekarang kami sudah berbeda tim. Kami juga masih sering bertemu, kalau kebetulan berada di tempat yang sama,” sambungnya.
Nah, keputusan Gonzales untuk berganti kewarganegaraan Indonesia dan saat ini menjadi salah satu punggawa timnas Indonesia, ternyata sempat diidamkan oleh Fagundez. Dia berharap bisa menyusul jejak koleganya tersebut.
“Sebenarnya saya sudah pernah mencoba untuk dinaturalisasi sebagai warga Indonesia, istri juga sudah mendukung penuh. Tapi mungkin karena prosesnya terlalu panjang dan susah, jadi saya harus menunda dulu,” tegasnya.
Setelah dua musim bergabung bersama Persik Kediri tersebut, Fagundez langsung merapat ke Kota Samarinda untuk bergabung bersama Persisam Samarinda selama musim 2009 hingga musim 2012 kemarin.
Kini, setelah resmi memperpanjang kontraknya di PSIS, Fagundez masih memiliki pekerjaan rumah untuk ikut membawa tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang tersebut kembali ke kasta tertinggi ISL musim depan.
“Saya senang bisa di PSIS. Dan saat ini, suasana tim dan manajemen sangat kondusif. Kalau suasana kondusif, kita juga bisa bermain dengan nyaman. Makanya, meskipun kemarin banyak klub yang menginginkan saya, tapi saya tetap memilih PSIS,” katanya.
Dan saat ini, kehadiran Fagundez memang memberikan warna tersendiri di Stadion Jatidiri. Bak pemain bintang, kehadiran Fagundez di Stadion Jatidiri selalu menjadi magnet bagi para pecinta PSIS untuk menyaksikan aksinya.
“Penonton di Semarang dari dulu memang luar biasa. Baik ketika saya bermain untuk PSM maupun Persik, kita pernah sama-sama bertemu. Dan itu juga menjadi salah satu alasan saya, kenapa mau di Semarang,” pungkas pemain berkaki kidal tersebut.
Dan sama dengan musim sebelumnya, selama di Semarang Fagundez tidak seperti pemain-pemain asing lainnya yang selalu meminta fasilitas rumah. Pemain bernomor punggung 28 itu memilih tinggal di mess bersama pemain-pemain PSIS lainnya. (*/ida)