Pulang Sekolah, Dikeroyok 15 Pelajar

366

BARUSARI – Nasib apes dialami Bagas Mardiyanto, 17, warga Tambakaji RT 11 RW 12, Tambakaji, Ngaliyan. Pelajar SMK Negeri 4 Semarang ini dikeroyok saat melintas di Jembatan Pintu Air Jalan Lemah Gempal V dekat Lapangan Garnisun, Semarang, Sabtu (25/1) sekitar pukul 13.30.
Ia mengalami sejumlah luka serius di tubuhnya. Diantaranya kepala kiri sobek, tangan memar, hidung keluar darah dan mengalami pusing-pusing. Pelaku pengeroyokan sekitar 15 orang dan menggunakan atribut SMK 10 Semarang.
Informasi yang berhasil dihimpun pengeroyokan bermula ketika Bagas berboncengan dengan rekannya Muhammad Rifai’i 17, warga Karanggayu Semarang. Kedua siswa SMK 4 Semarang rencananya hendak pulang ke rumah.
Sampai di lokasi tiba-tiba kendaraannya dihadang sejumlah remaja. Sekitar 15 remaja itu menggunakan seragam SMK 10 Semarang. “Saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dihentikan di jalan. Saat itu saya boncengan dengan teman,” katanya melapor.
Begitu berhenti, korban dan rekannya langsung diserang ramai-ramai. Tak pelak, korban yang tidak ada persiapanpun menjadi bulan-bulanan 15 remaja itu. Sebagian memukul pakai tangan kosong, sebagian menggunakan helm. “Ada yang memukul dengan batu bata dan mengenai kepala saya sampai bocor. Saya selama ini juga tidak merasa punya masalah dan tidak kenal,” kesalnya.
Sempat terjadi duel antar remaja yang sama-sama merupakan siswa SMA di Kota Semarang. Tapi karena kalah jumlah, Bagas menjadi bulan-bulanan lawannya yang berjumlah 15 orang. Beruntung, tidak lama kemudian sejumlah warga yang mengetahui insiden itu menolong. “Jika tidak ditolong pasti sudah banyak terluka. Ini saya kepala bocor dan memar-memar,” tambahnya.
Setelah berhasil dipisah, 15 pelajar yang mengenakan seragam SMK 10 lantas kabur. Mereka kocar-kacir berlarian dan meninggalkan korban yang terluka. Merasa menjadi korban, Bagas ditemani rekannya Rifa’i akhirnya melaporkan kasus itu ke Mapolrestabes Semarang. (fth/ton)