Trangkil Masuk Kawasan Formasi Kerek

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Dosen Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Robert Kodoatie menilai bencana robohnya rumah di daerah Trangkil, Gunungpati disebabkan karena daerah tersebut sejak lama masuk kawasan yang tanahnya labil. Lahan di daerah tersebut masuk kategori formasi kerek dan kalibeng yang kondisinya mirip titik keretakan jembatan di jalan tol Semarang-Ungaran.
Data peta geologi Jateng miliknya menunjukkan sejumlah kawasan di Gunungpati masuk kategori tanah jenuh. Yaitu lahan yang kemampuan menyerap airnya sangat terbatas. “Tanah jenuh ini dapat dites misalnya saat kita menyiram tanaman, awalnya air meresap ke dalam tanah. Namun lama-lama airnya muncul. Ini tanda tanahnya jenuh,” kata pakar hidrologi ini.
Dikatakan Robert tanah jenuh akan cepat bergerak jika bercampur air dalam jumlah banyak. Terutama saat hujan deras mengguyur Semarang akhir-akhir ini. “Kondisi tersebut mengakibatkan daerah itu rawan longsor,” imbuhnya.
Dia mengatakan peta geologi kawasan rawan longsor di Jateng sebenarnya sudah lengkap. Karenanya pemerintah wajib mensosialisasikan bahaya tersebut ke masyarakat. “Kasus seperti ini harus dicermati karena peta geologinya sudah ada semua. Namun selama ini masyarakat dan pengembang perumahan banyak yang tidak tahu. Bahkan jika tahu, nekad membangun rumah dengan alasan bisa ada rekayasa bangunan,” ujarnya.
Selain di Sukorejo, daerah rawan longsor di Gunungpati lainnya adalah Pongangan, Kali Segoro, dan Sekaran. Selain itu ada wilayah lain di Semarang seperti Tinjomoyo dan Bambankerep Ngaliyan yang kondisinya sama. “Dari dulu yang longsor ya disitu-situ juga. Pemerintah harus selalu menginformasikan bahaya ini. Saya sedih karena meski kondisi tanah sudah diketahui, kita baru gagap jika bencana datang,” ungkapnya.
Ahli Geologi Undip Dwiyanto Joko Suprapto menjelaskan, di Semarang memang ada lokasi-lokasi yang mudah longsor. Terutama di daerah perbukitan yang sekarang banyak ditempati sebagai perumahan.
Pada prinsipnya lereng atau tebing mengalami longsor dikarenakan kekuatan tanah tidak sesuai dengan tinggi tebing atau kemiringan lereng. Maka yang terjadi tanah akan ambles dan terjadi longsor. Untuk mengatasinya, ada beberapa alternatif. Bisa dengan mengepras lereng agar menjadi landai, atau dengan mengurangi ketinggian tanah. “Selain itu juga dapat melakukan pemasangan dinding batu. Namun cara tersebut dinilai sangat mahal karena semakin tinggi dindingnya juga harus semakin tebal,” imbuhnya.
Dari semua cara yang paling efektif, lanjut Dwiyanto, adalah dengan meningkatkan kekuatan tanah. Yaitu dengan metode memasukkan cairan semen ke dalam tanah yang telah dibor. Metode tersebut lazim disebut dengan metode grouting atau penyuntikan. “Sebenarnya metode ini telah dilakukan beberapa pengembang. Namun masih dalam lingkup kecil,” bebernya.
Adapun teknisnya adalah dengan membuat lubang dengan diameter 6 cm dengan kedalaman sekitar 8-15 meter tergantung bidang gelincir tanah. Jarak antara lubang antara 3 meter dan tidak semuanya dikasih grouting. Cukup di bawah fondasi daerah tebing. Sehingga biayanya cukup terjangkau yaitu untuk satu rumah cukup Rp 10-15 juta. (ric/fai/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -