10 Ribu Orang Pelopori Keselamatan Berlalu Lintas

297

SIMPANG LIMA — Sebanyak 10 ribu warga mengikuti pencanangan ”Gerakan Nasional Pelopor Berlalu Lintas” yang digelar di Lapangan Simpang Lima, Minggu (26/1). Kegiatan tersebut untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jateng yang masih tinggi. Secara simbolis pencanangan dilakukan dengan pelepasan balon dan burung merpati oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Plt Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Pangdam IV/Dipongeoro Mayjend TNI Sunindyo, serta ratusan tamu undangan.
Dalam kegiatan yang digagas Ditlantas Polda Jateng itu, ribuan masyarakat berkomitmen sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Komitmen untuk menjadi pelopor berlalu lintas, serta siap melaksanakan ”Tri Siap Berlalin di Jalan”. Yakni, siap menaati peraturan lalu lintas, siap kondisi pengemudi saat berkendara, serta siap kondisi kendaraan.
Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno mengatakan, kegiatan pelopor berlalu lintas tersebut sebagai upaya untuk menurunkan angka kecelakaan di wilayah Jateng. Hal itu dilakukan mengingat masih banyak pengendara yang tidak tertib dan berpotensi kecelakaan.
”Keselamatan berlalu lintas merupakan keharusan. Jadi ini sebagai salah satu upaya untuk mengampanyekan tertib berlalu lintas di masyarakat,” katanya.
Diakui, meski ada penurunan, namun angka kecelakaan di Jateng masih cukup tinggi. Catatan Ditlantas Polda Jateng, pada 2013 terjadi 18.528 kasus kecelakaan, dengan korban meninggal dunia 3.043 orang; luka berat 1.164 orang, serta luka ringan 24.425 orang. Sementara pada 2012 tercatat terjadi 22.701 kasus kecelakaan. Dengan korban meninggal dunia 3.713 orang; luka berat 3.730, serta luka ringan 29.304 orang.
”Ada tren penurunan sampai 20 pesen dibandingkan tahun sebelumnya. Harapan kami, terus terjadi penurunan lebih signifikan,” ujarnya.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Istu Hari Winarto menambahkan, selama ini kecelakaan di jalanan lebih banyak didominasi pengendara sepeda motor. Dari catatan Ditlantas Polda Jateng, sepanjang 2013 sebanyak 22.446 pengendara sepeda motor terlibat dalam kecelakaan. Mereka yang mengalami kecelakaan diketahui masih usia produktif antara 16 sampai 30 tahun. Dengan total mencapai 4.963 orang.
”Sedangkan untuk profesinya swasta 8.602 orang. Ada penurunan dibandingkan 2012 yang mencapai 19.859 orang,” imbuhnya.
”Gerakan Nasional Pelopor Berlalu Lintas dan Gelar Siaga Darurat Bencana Alam di Jawa Tengah 2014” ini serempak digelar di seluruh Indonesia. Dalam acara itu, juga dilakukan telekonferensi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden berpesan agar masyarakat Jateng benar-benar memperhatikan saat berkendara di jalanan. ”Jika ingin menurunkan angka kecelakan, maka pengendara harus sadar tertib berkendara di Jateng,” pesannya.
Dalam kesempatan itu juga digelar apel siaga darurat bencana alam di Jateng 2014. Sejumlah peralatan, mulai perahu karet, gergaji mesin, serta berbagai perlengkapan disiapkan untuk siaga bencana. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan berbagai atraksi polisi cilik serta pembagian doorprize 10 sepeda motor dan sepeda gunung. (fth/aro/ce1)