Cuaca Ekstrem Hambat Panen Kopi

368

UNGARAN — Panen raya kopi di Kabupaten Semarang diprediksi mundur dari biasanya. Hal itu karena kelembaban udara yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Semarang, sehingga memengaruhi masa panen tanaman kopi. Diperkirakan, panen raya baru bisa dilakukan Juli hingga Agustus 2014.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Semarang Urip Triyoga menjelaskan, semula panen raya kopi dijadwalkan Mei hingga Juni 2014. Namun dengan cuaca ekstrem, membuat produksi kopi melambat. Sehingga diprediksi panen baru bisa dilaksanakan Juli hingga Agustus mendatang.
”Untuk tahun ini, sepertinya lebih bagus dari tahun lalu. Sebab, tahun lalu, dampak hujan sepanjang tahun, membuat kualitas kopi jelek, hingga akhirnya gagal panen. Saat agak mendingan, sudah terjadi pembuahan bunga kopi. Selain itu, sebagian sudah berbuah kecil. Hanya saja masa panen raya diprediksi mundur,” ungkap Urip, Minggu (26/1) kemarin.
Untuk kualitas kopi pada musim panen ini, diperkirakan kualitasnya lebih bagus. Sebab, kondisi buah kopi lebih bersih. Juga merah masak secara keseluruhan.
Di Kabupaten Semarang, komoditas kopi jenis Robusta dan Arabika. Kebun kopi tersebut tersebar di Kecamatan Jambu, Getasan, Sumowono, Pringapus, dan Kecamatan Bawen.
Kepala Bidang Perkebunan, Wigati Sunu, menambahkan, cuaca ekstrem akan menyebabkan kelembaban udara sangat tinggi. Sehingga dikhawatirkan buah kopi akan rusak diserang hama Semut.
Karena itu, pihaknya bersama petugas lapangan sejak 2013, rajin meninjau kondisi tanaman. Dinas juga intens memberikan sosialisasi perawatan dan pengobatan tanaman kopi. (tyo/isk/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.