Sendang Sikucing Terancam Hilang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL — Tingginya pengikisan air laut, membuat objek wisata milik Pemkab Kendal, pantai Sendang Sikucing, di Kecamatan Rowosari, terancam hilang.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Sri Bagus Darmono mengatakan, objek wisata itu rawan terkena abrasi.
Menurut dia, di awal tahun ini saja, Sendang Sikucing telah termakan abrasi sepanjang 20 meter. ”Pengikisan akan terus bertambah jika tidak ditangani. Prediksinya, Mei tahun ini, luasan pantai akan terus berkurang. Hal ini diperparah dengan cuaca ekstrem yang terjadi baru-baru ini.”
Dikatakan, di pantai Sendang Sikucing, tingkat abrasi sangat tinggi. Sebab, di lokasi pantai, sering terjadi pusaran air yang bisa mengikis pasir pantai. Jika tidak kunjung ditangani, dikhawatirkan 5 tahun ke depan, pantai akan hilang.
”Hal ini terjadi karena pengaruh angin, menyebabkan ombak besar. Air hanya berputar di sekitar pantai, sehingga bisa mengikis pantai.”
Solusinya, tutur Sri Bagus, dengan membangun pemecah ombak. Sedikitnya 5 pemecah ombak dengan ukuran 50-100 meter.
Sri Bagus mengklaim, pihaknya telah menyusun proposal pembangunan pemecah ombak alias break water. Dikatakan, Sendang Sikucing layak dipertahankan karena menjadi salah satu objek wisata primadona masyarakat Kendal.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kendal, Ratno mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah antisipasi. Salah satu caranya, dengan menanam mangrove. Menurut dia, tingginya abrasi juga terjadi di beberapa tempat lain. Seperti di Kecamatan Brangsong, Kendal, Kangkung dan Cepiring. ”Kita akan tanam mangrove di tempat-tempat yang abrasinya tinggi.” (den/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -