Pemerintah Siapkan Dana Paceklik Rp 2 T

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TANJUNG MAS — Kedatangan Menteri Koordinasi (Menko) Perekonomian Republik Indonesia Hatta Rajasa di perkampungan Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, kemarin (27/1) disambut hangat ribuan nelayan. Hatta yang pernah menjadi Menteri Perhubungan (2004-2007) itu sempat dicurhati para nelayan Tambak Lorok. Di antaranya permintaan pembangunan sabuk pantai, kondisi beberapa bulan terakhir tidak melaut karena cuaca ekstrem, tidak ada modal untuk menjalankan usaha lain, serta pengajuan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sulit dikabulkan.
”Saya pernah membawa 8 sertifikat warga untuk mengajukan KUR ke bank, tapi semuanya ditolak. Jadi warga di sini sulit ketika mengajukan pinjaman. Padahal kita butuh untuk modal,” ujar Bambang Handayono, Ketua RW 15 Tambak Lorok saat berdialog dengan Menko Perekonomian tersebut.
Hatta yang juga pernah menjabat sebagai Mensesneg (2007-2009) itu pun memberi kelegaan bagi para nelayan dengan segera mengucurkan dana bantuan. Pemerintah pusat telah menyiapkan dana paceklik untuk nelayan dan petani senilai Rp 2 triliun. Dana tersebut untuk membantu kerugian akibat bencana musim hujan. Anggaran itu segera diberikan kepada nelayan dan petani yang rugi akibat cuaca ekstrem seperti saat ini. ”Dana segera dikucurkan setelah ada rekomendasi dinas di daerah, dan diajukan kepala daerah ke pemerintah pusat,” katanya.
Musim hujan dengan intensitas tinggi saat ini, diakui, telah menyebabkan tambak dan areal pertanian mengalami puso. Kondisi ini berpengaruh pada perekonomian nelayan dan petani yang menggantungkan kebutuhan hidup dari sektor alam itu.
Selain menyiapkan dana paceklik, pemerintah pusat juga menyiapkan dana khsusus pengadaan beras senilai Rp 2 triliun untuk mengantisipasi krisis pangan akibat kondisi yang sama. ”Dana cadangan untuk paceklik juga telah ada. Khusus beras senilai Rp 2 triliun,” kata Hatta.
Hatta menila dampak cuca ekstrem itu telah mengancam kehidupan nelayan yang telah dibagi dalam sejumlah klaster kehidupan nelayan, meliputi perkampungan, pendidikan anak nelayan, dan fasilitas infrastruktur seperti tempat pelelangan ikan.
Dampak nelayan itu, diakui Hatta, sulit diatasi secara sempurna karena keterbatasan dana. Kondisi ini menjadi alasan ia ingin melihat langsung persoalan yang sedang dihadapi oleh nelayan dan petani di daerah, sebagai rujukan kebijakan pemerintah pusat. ”Saya tidak ingin mendengar laporan saja, tapi saya ingin melihat langsung, termasuk kondisi jalan yang rusak. Menteri Pekerjaan Umum (PU) sudah sediakan dana cukup besar, tapi nunggu situasi reda dulu, untuk perbaikan,” ujarnya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyambut baik persiapan pemerintah pusat itu. Ia menyatakan segera berkoordinasi dengan dinas yang dipimpin untuk mengiventarisasi dampak kerugian nelayan di Kota Semarang. ”Total kerugiannya belum tahu, nanti ada laporan dari dinas terkait,” kata pejabat yang akrab disapa Hendi ini.
Menurut Hendi, kerugian nelayan di Kota Semarang tak hanya dialami ketika tak melaut dan musim hujan. Mereka dihadapkan oleh musibah rob yang selalu menggenangi perkampungan nelayan. Dia menambahkan, permintaan masyarakat Tambak Lorok terkait pembangunan sabuk pantai sebenarnya sudah lama disampaikan. Dan pemerintah kota dan provinsi sudah mengarah ke situ. Namun melihat anggaran yang dibutuhkan sangat besar, pemkot berharap ada dukungan dari pusat.
”Tidak sekadar sabuk pantai, tapi harus dibuat metode teknis sabuk pantai yang memiliki kekuatan yang baik. Selain untuk menahan ombak, juga bisa untuk sarana transportasi. Saya harap pusat memberikan bantuan teknis agar sabuk pantai tak sekadar penahan gelombang,” katanya.
Dalam kunjungannya kemarin, Hatta Rajasa juga menurunkan bantuan kepada nelayan Tambaklorok berupa 1.500 paket sembako. Isinya minyak goreng, mi instan, gula, beras, dan bahan pokok lain. (zal/aro/ce1)

Berita sebelumyaPSIS Butuh Kerja Keras
Berita berikutnyaEks Bek Persebaya Merapat
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -