Pendapatan Ujir Kir Over Target

351

TEMANGGUNG–Dibanding target yang telah ditetapkan pada awal tahun anggaran 2013, pendapatan sektor uji kendaraan di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Temanggung mengalami peningkatan cukup tajam. Uji kir yang dilakukan oleh Dishubkominfo tersebut mencapai pendapatan total 113 persen.
Kepala Bidang Teknik sarana Prasarana Dishubkominfo Temanggung Nur Edi Yunianto mengatakan, pendapatan dari uji kir pada tahun 2013 melebihi target yang ditetapkan oleh pemkab setempat. “Tahun 2013 kami ditarget Rp 789 juta dari pendapatan uji kir, alhamdulilah target tersebut terpenuhi, bahkan over target,”katanya.
Ia menjelaskan, dari target yang ditetapkan tersebut, pihaknya mampu mendapatkan pemasukan dari retribusi kir sebanyak Rp 893 juta, jumlah ini melebihi target sekitar 114 persen dari target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan.
“Hal tersebut menunjukan, kesadaran masyarakat terutama pemilik dan sopir angkutan umum untuk membayar kir setiap jatuh temponya,” ungkapnya.
Dikatakan, capaian target tersebut juga bantuan pihak kepolisian yang rutin merazia di jalanan, juga ambil andil dalam peningkatan PKB di tahun ini. Setiap hari kendaraan umum, baik truk maupun angkutan kota mencapai 60 sampai 70 unit kendaraan. “Setiap hari kami melayani uji kir dari kendaraan umum jenis apapun. Saya imbau kepada masyarakat, ke depan jangan pakai calo. Urus saja sendiri. Mudah dan cepat kok,” imbaunya.
Selain itu, keberhasilan ini juga ditunjang oleh peran serta masyarakat, terutama pemilik kendaraan roda empat yang rutin melakukan uji kir, tentunya dibarengi dengan sosilasisasi pentingnya pembayaran pajak.
Untuk meningkatkan pelayanan, kata dia, Dishubkominfo akan memperbaiki sarana prasarana yang ada di area uji, dan terus melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat “Yang pasti, di 2014 kami akan perbaiki semua, sehingga pemasukkan dari uji kir bisa terus meningkat. Karena pada tahun 2014 kami ditarget harus mendapatkan pemasukkan Rp 817 juta, jumlah ini meningkat kurang lebih 10 persen dari target tahun 2013 lalu,”terangnya.
Terkait dengan pengujian kir sendiri Edi menambahkan, semua jenis kendaraan angkutan umum baik itu angkutan barang maupun anguktan umum lainnya, harus memenuhi semua kriteria yang ada. Kriteria yang dimaksud, surat menyurat kendaraan harus lengkap, kondisi kendaraan harus prima, semua fasilitas dan alat yang ada di kendaraan harus berfungsi normal. Rem harus normal, harus ada spion, lampu sein dan lampu lainnya juga harus berfungsi normal.
“Intinya semua yang ada di kendaraan harus berfungsi normal, jika tidak maka dipastikan kendaraan tidak akan lolos uji kir. Karena fungsi uji kir agar semua kendaraan umum laik jalan dan tidak membahayakan pengemudi lainnya,” tandasnya. (zah/lis)