Pengawas Sekolah Langgar Perda

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN — Formasi pengawas SMP dan SMA di Kabupaten Semarang yang sebagian besar belum pernah menduduki jabatan kepala sekolah, disorot kalangan DPRD setempat.
Dewan menyatakan, sesuai pasal 60 Perda Kabupaten Semarang No 16 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, pengawas harus sudah pernah menduduki jabatan sebagai kepala sekolah (kasek). Ironisnya, dari 23 pengawas sekolah, hanya 3 orang yang sudah pernah menjadi kasek.
Ketua Komisi D, The Hok Hiong mengatakan, pihaknya mendapat keluhan terkait keberadaan pengawas SMP dan SMA yang tidak sesuai ketentuan. Ia meminta Dinas Pendidikan menaati Perda yang ada.
”Saya sudah mengecek, ternyata memang hanya 3 yang tidak melanggar, karena pernah duduk sebagai kepala sekolah. Semestinya, Dinas Pendidikan menaati aturan tersebut. Ini menjadi masukan untuk penataan pegawai ke depan,” kata Hok, Senin (27/1) pagi kemarin.
Hok meminta Dinas Pendidikan menata ulang keberadaan pengawas SMP dan SMA, agar tidak melanggar Perda. Pengawas yang tidak memenuhi ketentuan, harus diganti. ”Bupati harus koordinasi dengan SKPD agar aturan berjalan.”
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih membantah adanya pelanggaran Perda No 6 Tahun 2009. Sebab, 23 pengawas diangkat sebelum Perda tersebut diberlakukan.
Selain itu, menurut Dewi, dalam Perda disebutkan syarat menduduki jabatan kepala sekolah, agar pengawas punya kemampuan manajerial. Sehingga ketika supervisi atau pembimbingan kepada kepala sekolah, mereka sudah punya bekal.
”Mereka menjalani tes pada 2006 dan diangkat 2008, sementara Perda-nya berlaku 2009. Perda tidak perlu direvisi. Tapi, dinas akan memberikan pembekalan kepada pengawas agar memiliki kompetensi sebagai kepala sekolah.” (tyo/isk/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -