Produksi Kue Keranjang Capai Satu Ton

358

MAGELANG— Kue keranjang yang menjadi salah satu makanan khas saat Imlek terus dicari dan diburu. Bahkan, para perajin mengaku kewalahan meski sudah membuat kue dalam jumlah besar.
”Jika dihitung-hitung, sejak akhir Desember hingga sekarang, saya sudah membuat dan menjual satu ton kue keranjang,” ujar Yuni, salah satu perajin di Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang, kemarin.
Dia mengaku sudah mulai melakukan aktivitas pembuatan kue ini sejak akhir tahun lalu. Itu menyesuaikan permintaan para pembeli. Menurutnya, kue keranjang dijualnya dengan harga Rp 30.000 per kilogram (kg). Dia mengaku sudah memiliki pembeli rutin setiap tahun.
Namun demikian, meski sudah membuat dalam jumlah yang besar dia mengaku ada penurunan omzet dibandingkan tahun lalu. Saat itu produksinya mencapai empat ton. ”Ya karena yang buat kue seperti ini mungkin sudah semakin banyak,” tutur dia.
Tjun Lie, perajin lainnya mengaku dalam seminggu terakhir, dia telah memproduksi sekitar dua kuintal kue keranjang. Kue keranjang yang diproduksi dari industri rumah tangga ini, menurut dia, dibuat dengan mengandalkan rasa asli dari bahan utama pembuatnya, tepung beras dan gula, tanpa tambahan tambahan perasa atau pewarna makanan.
Untuk menguatkan unsur tradisional, kue keranjang dibuat dengan menggunakan bahan pembungkus berupa daun pisang dan bukan plastik. Kemarin, menurut dia, adalah hari terakhir dirinya membuat kue keranjang. Aktivitas selanjutnya yang akan dilakukan untuk menyambut Imlek, adalah membuat aneka kue-kue untuk acara sembahyang seperti kue mangkok dan wajik.
Ny Rahmat, salah seorang warga Tionghoa di kawasan pecinan di Kota Magelang, mengatakan, menjelang Imlek, dia dan keluarga selalu disibukkan dengan aktivitas membuat aneka kue untuk acara sembahyang. Namun, khusus untuk kue keranjang, dirinya selalu memilih membeli daripada membuat sendiri. “Membuat kue keranjang tidak mudah. Saat membuatnya, setiap orang yang membuat tidak boleh sedang dalam keadaan bad mood atau sedang menstruasi karena akan mempengaruhi rasa kue keranjang, membuatnya bercitara tidak enak,” ujarnya. (vie/lis)