Santun Berbahasa sebagai Ekspresi Kecerdasan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PUSPOWARNO – Penggunaan bahasa menggambarkan kehidupan masyarakat pemakainya. Jika masyarakat menggunakan bahasa yang kasar maka akan membentuk perilaku yang kasar pula. Begitu juga sebaliknya, jika masyarakat berbahasa dengan santun, maka perilakunya juga baik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bahasa yang kasar, tetapi tidak untuk diamalkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Pardi Suratno dalam seminar Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Mapel Ujian Nasional SMP Tahun Pelajaran 2013/2014 yang digelar di PT Penerbit Erlangga Semarang, Senin (27/1). Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP-MTs Kota Semarang, PT Penerbit Erlangga, Balai Bahasa Provinsi Jateng, Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Kota Semarang dan Jawa Pos Radar Semarang.
Pardi menjelaskan, berbahasa sangat erat kaitannya dengan kecerdasan berpikir. Oleh karena itu tidak heran jika banyak profesor yang gaya bicaranya santun dan menyenangkan pihak lain. Sebab, hal tersebut dilakukan dengan hati. ”Berbahasa yang santun adalah yang bener lan pener (benar dan sesuai kondisi, Red),” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pardi juga menekankan pentingnya membangun minat baca di kalangan masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari banyaknya pengaruh media sehingga minat membaca masyarakat menjadi menurun. ”Berdasarkan penelitian, sejak tahun 2009 hingga sekarang, minat membaca masyarakat semakin menurun,” imbuhnya.
Sementara itu, pengurus HPBI Supriyono menambahkan, acara bedah SKL ini bertujuan untuk penajaman materi utamanya pelajaran Bahasa Indonesia kepada guru-guru se-Kota Semarang. Sehingga nantinya mereka dapat menularkan kepada siswa-siswinya. ”Kami sengaja mendatangkan pihak-pihak yang berkompeten untuk berdiskusi dan dialog dengan para bapak ibu guru. Selain kepala Balai Bahasa Provinsi Jateng, kami juga menghadirkan Mukh Doyin dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang juga menjadi widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah,” katanya. (fai/ton/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -