Sehari Ada 1.000 Pelanggaran

350

KARANGAYU – Pencanangan Gerakan Nasional Pelopor Berlalu Lintas langsung ditindaklanjuti Satlantas Polrestabes Semarang. Setidaknya 5.000 kartu nama berisi imbauan tertib berlalu lintas dibagikan kepada masyarakat Kota Semarang. Tujuan utamanya agar masyarakat bisa menjadikan keselamatan di jalan sebagai budaya dan kebutuhan primer.
Selain imbauan, juga tertera layanan pengaduan 24 jam yang langsung terhubung ke Kepala Satlantas Polrestabes Semarang AKBP Windro Akbar di nomor ponsel 08156681996 serta PIN BlackBerry 282471AC.
Windro mengatakan, pembagian dilakukan di sejumlah titik pusat Kota Semarang. Antara lain di Jalan Pahlawan, Jalan Pemuda, Tugu Muda serta sejumlah jalur protokol. Dengan adanya pembagian itu diharapkan masyarakat bisa turut serta menjadi pelopor lalu lintas di jalan. ”Ini sebagai upaya kami menekan angka kecelakaan lalu lintas. Dengan pesan ini, masyarakat agar bisa menjadi pelopor di jalan,” katanya.
Windro mengakui, masih banyak masyarakat Semarang yang melanggar aturan. Mulai dari tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu, melanggar lalin sampai berkendara melawan arah. ”Kalau dilihat perilakunya masih belum tertib. Jika dihitung satu hari tidak kurang 1.000 orang melakukan pelanggaran di jalan,” tambahnya.
Windro menambahkan, untuk tahap selanjutnya Satlantas Polrestabes Semarang sosialisasi di berbagai sekolah. Mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan agar kesadaran tertib berlalu lintas bisa muncul dan melekat sejak anak usia dini. ”Masyarakat harus menjadikan keselamatan berlalin sebagai kebutuhan primer dan budaya. Agar angka kecelakaan bisa dikurangi,” tambahnya. (fth/ton/ce1)