Sering Terendam, Rel Ditinggikan 30 Cm

298

TAWANGSARI – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menaikkan letak rel antara stasiun Tawang–Alastua setinggi 10–30 cm. Hal ini guna mengantisipasi terendamnya rel akibat banjir, khususnya di daerah Ronggowarsito. Kawasan tersebut sebelumnya sempat terendam banjir setinggi 23 cm.
Humas PT KAI Daop 4, Eko Budiyanto mengatakan peninggian di Stasiun Tawang antara 10 cm sampai 15 cm. Sedangkan di luar Stasiun Tawang terutama di daerah Ronggowarsito akan ditinggikan 20 cm sampai 30 cm. ”Pengangkatan rel nanti kira-kira sepanjang 5 km,” ujarnya, kemarin (27/1).
Pengangkatan rel tersebut menggunakan alat bernama Multi Tie Temper (MTT) yang berbentuk seperti lokomotif berwarna kuning. Di bagian kanan dan kiri terdapat pengait untuk mengangkat rel. Kemudian menggunakan alat lain yaitu Profile Balas Regular (PBR), balas atau krikil di sekitar rel kembali diratakan.
”Desember lalu sudah ditinggikan 30 cm-40 cm. Banjir tahun ini yang terparah,” ujarnya.
Seperti diketahui, jalur Stasiun Alastua-Tawang sempat terendam air saat banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang. Akibatnya jadwal kereta terganggu bahkan ada yang sampai dialihkan dan dibatalkan. ”Peninggian dilaksanakan bertahap, saat ini baru sepertiganya. Peninggian kami paskan dengan window time atau waktu sela saat tidak ada jadwal kereta,” imbuhnya.
Kendati demikian, peninggian di stasiun Tawang dibatasi oleh atap. Peninggian sebisa mungkin disesuaikan, sehingga kontainer yang dibawa kereta peti kemas jumbo tidak akan terantuk atap.
Kepala Stasiun Tawang, Eko S. Mulyanto menambahkan, peninggian rel telah dilakukan berulang kali sejak tahun 2000-an lalu. Bahkan menurutnya, pagar stasiun yang dulu susah digapai sekarang hanya setinggi dada. ”Peninggiannya sudah satu meter lebih. Saat saya jadi juru langsir, mau memegang bagian atas tembok saja susah, tapi sekarang sudah segini,” ujarnya sambil penunjuk bagian dada. (dna/ton/ce1)