4 Polisi Nyabu Ditangkap

422

SMG 20140129.inddPesta Narkoba di Asrama Polisi

BARUSARI — Korps kepolisian Polda Jateng kembali ternoda. Empat oknum anggota Polsek Genuk dan Polres Demak tertangkap basah saat membawa sabu-sabu (SS). Mereka diamankan dari dua tempat berbeda. Briptu Fr, anggota Polsek Genuk dicokok Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang karena kedapatan membawa 25 gram sabu-sabu.
Tiga oknum polisi lainnya ditangkap saat pesta sabu-sabu di asrama polisi di belakang Polsek Karangtengah. Mereka adalah anggota Polsek Bonang Brigadir AG, anggota Satlantas Polres Demak Aipda SB, serta anggota Provos Polres Demak Aiptu SG.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, Briptu Fr yang merupakan penyidik unit reserse kriminal Polsek Genuk ditangkap di depan rumah kos pacarnya, di Jalan Muwardi Timur No 31 Pedurungan, Senin (27/1) sekitar pukul 21.15. Dari tangannya, disita sabu-sabu seberat 25 gram.
Menurut Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono, selama ini Briptu Fr sudah dijadikan target operasi (TO). Sebelum ditangkap, petugas Satuan Reserse Narkoba sudah membuntuti selama beberapa hari terakhir.
”Penangkapan dilakukan setelah anggota mendapatkan informasi jika akan ada transaksi narkoba,” katanya Radar Semarang.
Senin (27/1) malam itu, anggota mencurigai tersangka, dan langsung membuntutinya. Ternyata Briptu Fr berhenti di Jalan Muwardi Timur dan hendak ke kos pacarnya. Begitu Briptu Fr turun dari motor, petugas melakukan penyergapan. ”Saat dilakukan pemeriksaan di jok motor Briptu Fr ditemukan narkoba yang dibungkus di dalam plastik,” jelasnya.
Petugas kemudian mengembangkan dengan menggeledah kamar kos pacarnya. Petugas kembali menemukan tiga paket sabu-sabu yang dibungkus plastik kecil. Tanpa bisa mengelak, Briptu Fr beserta barang bukti langsung diamankan ke Mapolrestabes Semarang. ”Sabu-sabu yang dibawa Briptu Fr seberat 25 gram. Namun kami masih melakukan pengembangan,” katanya.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pos John Turman menambahkan, jika dilihat dari jumlah sabu-sabu yang dibawa, kemungkinan besar Briptu Fr juga merupakan pengedar. Sesuai pasal 112 ayat 1 Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang narkotika menyebutkan, kriteria pemakai adalah orang yang menyimpan sabu antara 1 gram hingga 2 gram. Sedangkan lebih dari itu dikategorikan pengedar dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, dan maksimal 12 tahun penjara.
”Total nilai 25 gram sabu yang dibawa Briptu Fr mencapai sekitar Rp 37 juta. Itu dilihat jika harga rata-rata 1 gram sabu-sabu Rp 1,5 juta,” katanya.
John Turman mengaku berang dengan masih adanya anggota Polri yang mengonsumsi atau bahkan mengedarkan barang haram narkotika. Jelas itu sangat kontras di tengah komitmen Polri untuk memberantas narkotika yang merusak generasi muda.
”Saya rekomendasikan Briptu Fr harus dipecat. Jelas memakai atau mengedarkan sabu merupakan pidana,” tegasnya.
Pesta Sabu-Sabu
Sementara itu, tiga oknum anggota Polres Demak ditangkap saat pesta sabu-sabu di asrama polisi (aspol) belakang Polsek Karangtengah, Sabtu (25/1) lalu. Mereka adalah anggota Polsek Bonang Brigadir AG, anggota Satlantas Polres Demak Aipda SB, dan anggota Provos Polres Demak Aiptu SG.
Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Wakapolres Kompol Teddy Rayendra mengatakan, ketiganya dibekuk saat para anggota polisi lainnya sedang sibuk menolong korban banjir di beberapa titik di wilayah Demak beberapa hari lalu.
”Semula saya menerima laporan dari masyarakat, mereka menginformasikan ada polisi yang nyabu. Saat itu sekitar pukul 16.00, kita langsung minta provos bergerak untuk melakukan penggerebekan,” terang Wakapolres, kemarin.
Setelah dicek di lokasi, ternyata mereka diduga melakukan pesta narkoba. Provos juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu klip kecil sabu-sabu lengkap dengan alat isap.
”Saat digerebek, dua orang sempat melarikan diri. Praktis, di tempat, tinggal ada Aipda SB yang menjadi tuan rumah. Kita tanya SB, lalu mengaku dua temannya kabur. Karena itu, kita pun kemudian melakukan pemanggilan terhadap AG dan SG. Keduanya datang ke polres untuk menjalani pemeriksaan. Kemudian, ketiganya kita tahan,” ujarnya.
Menurut Kompol Teddy, pihaknya cukup prihatin dengan ulah tiga oknum polisi tersebut. ”Setelah kita mintai keterangan, mereka kita proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Sama dengan Briptu Fr, ketiga oknum polisi tersebut juga akan dijerat Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. (fth/hib/aro/ce1)