Mahasiswa Pelajar Diajak Merawat Alam

331

WONOSOBO – Sedikitnya 400 mahasiswa dan pelajar, melakukan kegiatan cinta alam dengan cara jalan kaki dan mengunjungi beberapa tempat. Menariknya, dalam kegiatan ini, tiap pelajar dan mahasiswa bekerja dengan Koramil Mojotengah, melakukan penanaman di sepanjang jalan yang dilewati.
Mahasiswa dan pelajar SLTA yang tergabung dalam acara ini, tidak hanya berasal dari Wonosobo, namun juga ada dari sejumlah kabupaten lain, seperti Semarang, Temanggung, Jogjakarta, Banjarnegara, Magelang, Lampung, Kalimantan hingga Jawa Timur.
Tak sekadar berjalan melintasi alam sepanjang 15 kilometer, karena dalam long march tersebut mereka juga diminta untuk memungut sampah dan menanam 1000 bibit cemara, mahoni, trembesi, dan kayu putih.
Menurut Danramil Mojotengah, Kapten Infanteri Tukul, kegiatan lintas alam yang mengambil rute mulai dari lapangan Kalibeber, Candirejo, Limbangan, Kejiwan, dan kembali ke lapangan Kalibeber tersebut merupakan upaya menyadarkan generasi muda akan pentingnya kelestarian lingkungan bagi masa depan mereka.
“Gabungan pecinta alam ini, kami rangkul untuk melihat lingkungan secara kritis, jadi tidak hanya menikmati alam, namun ikut terlibat merawat alam,”katanya
Tukul mengatakan, dalam kegiatan ini, mahasiswa dan pelajar diajak secara bersama memungut sampah di sepanjang jalan yang dilewati, sekaligus melakukan penanaman pohon.
“Dengan membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sepanjang rute yang dilalui, diharapkan dapat memulai budaya hidup bersih dan membiasakan diri untuk tidak sembarangan membuang sampah,” jelasnya.
Sedang upaya melestarikan alam, kata Tukul, dalam kegiatan ini, dilakukan penanaman 1000 bibit pohon dari berbagai jenis. “Ini bagian dari upaya kami untuk berkontribusi secara aktif, dalam gerakan menanam yang menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Wonosobo,” tuturnya.
Ditambahkan dia, keikutsertaan para aktivis pencinta alam dari Mapala Universitas Sains Al Quran (Unsiq) yang menjadi mitra koramil dalam penyelanggaraan long march tersebut, diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus mencintai lingkungan dan melesatarikannya bagi kepentingan masa depan.
“Selain itu, upaya menanam pohon, menjadi salah satu bentuk mitigasi terhadap bencana banjir dan tanah longsor,” katanya. (ali/lis)