Mahasiswa Pelajar Diajak Merawat Alam

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO – Sedikitnya 400 mahasiswa dan pelajar, melakukan kegiatan cinta alam dengan cara jalan kaki dan mengunjungi beberapa tempat. Menariknya, dalam kegiatan ini, tiap pelajar dan mahasiswa bekerja dengan Koramil Mojotengah, melakukan penanaman di sepanjang jalan yang dilewati.
Mahasiswa dan pelajar SLTA yang tergabung dalam acara ini, tidak hanya berasal dari Wonosobo, namun juga ada dari sejumlah kabupaten lain, seperti Semarang, Temanggung, Jogjakarta, Banjarnegara, Magelang, Lampung, Kalimantan hingga Jawa Timur.
Tak sekadar berjalan melintasi alam sepanjang 15 kilometer, karena dalam long march tersebut mereka juga diminta untuk memungut sampah dan menanam 1000 bibit cemara, mahoni, trembesi, dan kayu putih.
Menurut Danramil Mojotengah, Kapten Infanteri Tukul, kegiatan lintas alam yang mengambil rute mulai dari lapangan Kalibeber, Candirejo, Limbangan, Kejiwan, dan kembali ke lapangan Kalibeber tersebut merupakan upaya menyadarkan generasi muda akan pentingnya kelestarian lingkungan bagi masa depan mereka.
“Gabungan pecinta alam ini, kami rangkul untuk melihat lingkungan secara kritis, jadi tidak hanya menikmati alam, namun ikut terlibat merawat alam,”katanya
Tukul mengatakan, dalam kegiatan ini, mahasiswa dan pelajar diajak secara bersama memungut sampah di sepanjang jalan yang dilewati, sekaligus melakukan penanaman pohon.
“Dengan membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sepanjang rute yang dilalui, diharapkan dapat memulai budaya hidup bersih dan membiasakan diri untuk tidak sembarangan membuang sampah,” jelasnya.
Sedang upaya melestarikan alam, kata Tukul, dalam kegiatan ini, dilakukan penanaman 1000 bibit pohon dari berbagai jenis. “Ini bagian dari upaya kami untuk berkontribusi secara aktif, dalam gerakan menanam yang menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Wonosobo,” tuturnya.
Ditambahkan dia, keikutsertaan para aktivis pencinta alam dari Mapala Universitas Sains Al Quran (Unsiq) yang menjadi mitra koramil dalam penyelanggaraan long march tersebut, diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus mencintai lingkungan dan melesatarikannya bagi kepentingan masa depan.
“Selain itu, upaya menanam pohon, menjadi salah satu bentuk mitigasi terhadap bencana banjir dan tanah longsor,” katanya. (ali/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -