Waspada Banjir hingga Maret

291

SEKAYU — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun pemantauan Semarang memprediksi potensi banjir terjadi hingga bulan Maret mendatang. Hasil pantauan diperkirakan potensi hujan tinggi antara Januari hingga akhir Februari. ”Sedangkan bulan Maret masih ada hujan meski intensitasnya agak menurun,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang, Reni Kraningtyas, Selasa (28/1).
Analisis yang ia sampaikan itu berdasarkan kondisi dinamika atmosfer yang menunjukkan potensi awan dan hujan masih tinggi di sejumlah daerah di Jateng. Kondisi itu ditambah denggan gangguan tropis berupa tekanan rendah di kawasan Kalpatari Australia dan di perairan Barat Australia. ”Itu menyebabkan pola konvergasi atau pertemuan arus angin di selatan pulau Jawa,” kata Reni kepada Radar Semarang.
BMKG mengimbau kondisi ini menjadi perhatian karena intensitas hujan terus terjadi hingga di atas rata-rata di sejumlah daerah. Selain ancaman banjir, intensitas hujan itu juga rawan menimbulkan longsor. ”Di sejumlah tanah yang rawan tak kuat menahan resapan air yang begitu banyak,” katanya.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) IV Semarang kembali memberlakukan status Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Poncol akibat banjir yang menggenangi akses masuk menuju Stasiun Tawang Semarang kemarin (28/1). ”Kami kembali menetapkan BLB di Stasiun Poncol Semarang. Kasihan penumpang, karena akses masuk ke Stasiun Tawang tergenang air,” kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Eko Budiyanto kemarin.
Sehari sebelumnya PT KAI telah mencabut status BLB di Stasiun Poncol, tepatnya pada Senin (27/1) lalu, mengingat banjir yang menggenangi Stasiun Tawang, termasuk jalan akses masuk menuju stasiun itu sudah surut.
Pantauan koran ini kemarin, kawasan Kota Lama Semarang tergenang banjir secara merata dengan ketinggian air antara 20-40 sentimeter, termasuk akses jalan menuju Stasiun Tawang Semarang. Sedangkan jalan depan Stasiun Tawang tergenang banjir dengan ketinggian air 40 sentimeter sehingga menyulitkan akses penumpang menuju stasiun meski halaman parkir tidak tergenang banjir.
Banjir kemarin juga menggenangi Jalan MT Haryono kawasan Bubakan, Jalan Agus Salim, Letjend Soeprapto, Jalan Imam Bonjol, perkampungan Dadapsari, dan Jalan Pattimura.
Menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi hingga Maret mendatang, Pemkot Semarang telah menyiapkan upaya ekstra guna meminimalisasi potensi bencana banjir yang ada. Mulai menerjunkan satgas pemantauan penanganan drainase yang bekerja 24 jam nonstop hingga optimalisasi sistem pompa dan alat berat dilakukan oleh Dinas PSDA ESDM.
Sebanyak 108 pompa utama, cadangan hingga portable di 40 rumah pompa dimaksimalkan guna menghilangkan genangan yang ada. Pompa dengan kapasitas 100-1.500 liter per detik dioperasikan siang malam untuk mengendalikan banjir.
Pada 10 hari terakhir ini, pompa yang ada beroperasi maksimal. Sejumlah pompa pun terpaksa harus dimatikan dan dilakukan perbaikan karena tersumbat sampah. Beberapa daerah genangan banjir yang parah, pemkot menempatkan pompa portable, seperti di Jalan Letkol Sugiono, Johar, Berok, Bandarharjo, Ujung Seng, dan Boom Lama I.
”Sebanyak 44 petugas penjaga pompa secara maksimal standby dan mengontrol pompa utama, pompa cadangan hingga pompa portable. Tak hanya harus adu cepat dengan curah hujan yang tinggi, pengoperasian pompa juga harus berkejaran dengan rob yang ada,” jelas Kabag Humas Pemkot Semarang Achyani. (zal/hid/aro/ce1)