Jalan Tak Diaspal, Warga Ancam Golput

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO – Ribuan warga dari dua kecamatan yakni Sukoharjo dan Leksono, Rabu kemarin (29/1) menggeruduk kantor DPRD Wonosobo. Kelompok yang berasal dari tujuh desa dan paguyuban sopir angkutan ini, memprotes DPRD dan pemkab yang tidak segera memperbaiki jalan raya di wilayah mereka yang sudah rusak. Apabila tuntutan tidak dipenuhi, mereka mengancam golput dalam Pemilu Legislatif 9 April mendatang.
Ribuan warga yang menumpang ratusan mobil dan sepeda motor ini pawai keliling kota, kemudian berhenti di depan kantor DPRD. Sepanjang jalan, sejumlah warga menggelar poster serta meneriakkan tuntutan agar jalan raya di Sukoharjo dan Leksono yang rusak parah, segera diperbaiki sebelum Pemilu Legislatif 9 April.
Setelah sampai di DPRD, perwakilan aksi masuk ke ruang sidang DPRD, sedangkan ribuan peserta aksi lain memarkir berada di depan kantor DPRD sambil menggelar orasi. Banyaknya kendaraan yang digunakan meliputi mobil dan sepeda motor, membuat polisi terpaksa menutup Jalan Sindoro. Sebagian kendaraan bahkan di parkir di sepanjang Jalan Tirto Aji, Jalan Sabuk Alu serta Jalan Angkatan 45.
Koordinator aksi Mulyoto mengatakan, ribuan warga yang aksi merupakan anggota paguyuban sopir angkutan dan warga dari tujuh desa dari Kecamatan Sukoharjo dan Leksono, meliputi Desa Kupangan, Kajeksan, Pucung Wetan, Tlogo, Kalibening, Gunung Tugel, dan Desa Gemawang Kidul.
“Kami menuntut, jalan raya akses ekonomi warga penyambung antardesa kami, segera diaspal,”katanya.
Mulyoto mengatakan, bahwa sudah sejak lama, jalan penyambung dua kecamatan yang melintasi tujuh desa rusak parah. Kerusakan jalan sekitar 1,8 km yang membentang dari Desa Wonokerto Kecamatan Leksono hingga Desa Kupangan Kecamatan Sukoharjo. Selama ini, DPRD dan Pemkab Wonosobo tidak pernah melakukan perbaikan jalan ini.
“Kami sudah berkali-kali mengusulkan, namun hanya dijanjikan. Untuk itu, kalau tidak segera dibangun, kami berkomitmen bakal golput tidak akan memilih pada pileg April nanti,” ancamnya.
Karena, kata Mulyoto, dengan menggunakan hak pilih ataupun tidak, tidak pernah ada perhatian dari DPRD yang katanya sebagai wakil rakyat. Jalan tersebut, dinilai penting karena menjadi jalur utama akses ekonomi warga antardesa antarkecamatan.
“Rakyat sudah kenyang janji, sekarang dibuktikan. Kalau tidak dibangun tahun ini, sampai April tidak ada kejelasan, kami sudah sepakat golput,” tandasnya.
Ahmad Basuki Ketua Paguyuban Angkutan mengatakan, saat ini jumlah anggota paguyuban mencapai 536 anggota. Jumlah tersebut meliputi semua angkutan yang ada di dua kecamatan. Selama ini, akibat jalan rusak, selain menghambat transportasi, juga memicu kecelakaan dan kerugian awak angkutan.
“Akibat jalan rusak, mobil kami cepat rusak, dan sering terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Untuk itu, awak angkutan mendesak agar DPRD sebagai wakil rakyat segera membuka telinga untuk mengusulkan kepada pemkab agar membangun jalan raya. Bahkan, sebagai bentuk prihatin awak angkutan, belum lama ini iuran untuk memperbaiki jalan sendiri.
“Mestinya DPRD dan pemkab malu, kami sudah bayar pajak, masih disuruh bangun jalan sendiri. Kami sudah capek dengan janji-janji, sekarang butuh bukti,” pintanya.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi C Afif Nurhidayat didampingi anggota DPRD Hasan Asy’ari, Suyarto dan Aziz mengatakan, untuk pembangunan jalan tersebut sudah dialokasikan dalam penetapan APBD tahun 2014 ini senilai Rp 500 juta. Namun, anggaran tersebut menurut penghitungan DPU masih kurang.
“Kami akan memperjuangkan, agar dana tersebut ditambah, karena untuk memperbaiki jalan sepanjang 1,8 kilometer, butuh sekitar Rp 1 miliar,”kata Afif.
Sebagai solusi, pihaknya akan meminta kepada DPU agar menggeser beberapa mata anggaran agar dialokasikan ke pembangunan jalan penyambung dua kecamatan itu. Namun pelaksanaannya tidak bisa dipastikan sebelum April.
“Proses pembangunan itu tidak bisa mendadak, anggaran sudah ada, namun harus ada perencanaan, lelang hingga pelaksanaan pembangunan. Untuk yang terdekat, kami sudah meminta DPU melakukan perbaikan lubang-lubang jalan dari anggaran perawatan,” jelasnya. (ali/lis)

Berita sebelumyaCuma Dipasangi Bronjong
Berita berikutnyaTerkendala Pengadaan Buku
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -