27 Warga Terjangkit DB, Dua Meninggal

357

BOYOLALI—Dua warga Boyolali meninggal akibat serangan demam berdarah (DB). Tercatat hingga akhir Januari ini, jumlah kasus penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegepty ini, mencapai 27 kasus.
Pasien DB yang meninggal, seorang dari Kecamatan Juwangi dan satu lainnya dari Kecamatan Karanggede.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali, Ahmad Muzzayin, mengatakan, penanggulangan dilakukan dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Yaitu, menguras bak mandi, mengubur tempat yang bisa menjadikan jentik bisa tumbuh kembang, serta menutup tempat penampungan air.
“PSN paling tepat karena bisa membunuh seluruh jentik nyamuk,” ungkapnya.
Sedangkan penyemprotan nyamuk atau fogging hanya bisa melumpuhkan nyamuk dewasa. “Itu pun paling hanya efektif sekitar sepekan.”
Akhir pekan lalu, Dinkes melalui Puskesmas Banyudono melakukan fogging di Dukuh Tegalsari, Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono, menyusul beberapa warga setempat yang terserang DB. Fogging juga berdasarkan acuan bahwa di Dukuh Tegalsari, Desa Ngaru-aru, tingkat jentik lebih dari 50 persen. (jpnn/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.